PALANGKA RAYA-Prof Dr Ir Uras Tantulo, M.Sc resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026-2030 dalam tahapan pemilihan rektor yang berlangsung di kantor rektorat UPR, Senin pagi sekitar pukul 09.20 WIB.
Akademisi dari Fakultas Pertanian tersebut menyatakan maju dengan membawa visi menjadikan UPR sebagai universitas riset dan inovasi gambut tropis yang unggul, mandiri, serta bereputasi internasional berbasis ekonomi hijau dan kearifan lokal.
Menurut Uras, Kalimantan Tengah memiliki kekuatan besar melalui potensi lahan gambut dan sumber daya alam yang dapat menjadi identitas ilmiah sekaligus sumber pengembangan universitas ke depan.
“Kita punya lahan gambut yang merupakan keunikan Kalimantan Tengah. Kalau itu dikembangkan, dampaknya luar biasa untuk riset, publikasi, hingga kemandirian universitas,” ujarnya kepada wartawan usai pendaftaran.
Ia menilai UPR harus berani melakukan lompatan besar agar tidak tertinggal dari perguruan tinggi lain di Indonesia maupun tingkat internasional.
“Kalau kita berjalan biasa-biasa saja, kita akan tertinggal. UPR harus melompat dari universitas kelas biasa menjadi universitas unggul yang berdampak,” katanya.
Dalam visi yang diusungnya, Uras menekankan pentingnya transformasi kampus melalui penguatan riset, inovasi, tata kelola berbasis Badan Layanan Umum (BLU), serta kolaborasi internasional.
Ia juga membawa tagline “Bersama Mentransformasi UPR Menjadi Universitas Unggul, Mandiri, Bereputasi Global, dan Berdampak”.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Semua unsur kampus harus bersama-sama membangun universitas ini,” tegasnya.
Dari sisi akademik, Uras memiliki rekam jejak panjang di bidang perikanan, akuakultur, dan pengelolaan sumber daya alam. Ia meraih gelar doktor (PhD) bidang Agriculture (Aquaculture/Agribusiness) dari Muresk Institute, Curtin University of Technology, Australia pada 2007.
Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister Aquaculture Planning and Management di Hull International Fisheries Institute, Hull University, Inggris, serta Sarjana Budidaya Perikanan di Universitas Lambung Mangkurat.
Selain aktif di dunia akademik, Uras juga memiliki pengalaman organisasi dan profesional yang cukup panjang. Saat ini ia menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) periode 2025–2029 dan Koordinator Wilayah Kalimantan Tengah Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI).
Sebelumnya, ia pernah menjadi Sekretaris DPD ICDN Kalimantan Tengah periode 2019–2024, Ketua GMKI Cabang Palangka Raya periode 1990–1992, hingga aktif di organisasi kemahasiswaan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat.
Dalam bidang profesional, Uras juga kerap terlibat dalam berbagai tim strategis dan panitia seleksi.
Di antaranya menjadi anggota Panitia Seleksi Uji Kompetensi (Job Fit) pejabat pimpinan tinggi di Kabupaten Barito Timur tahun 2026, anggota pansel Sekda Barito Timur tahun 2025, anggota seleksi KPU Kalimantan Tengah tahun 2023, hingga memimpin berbagai kajian pengelolaan perikanan darat di Kapuas dan Barito Selatan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan survei, investigasi, dan desain optimasi lahan rawa di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pengembangan wilayah penyangga IKN.
Uras berharap seluruh anggota senat dapat melihat arah pengembangan UPR secara terbuka dan objektif demi mendorong universitas tersebut menjadi lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global.
“Saya berharap semua melihat bahwa kita punya potensi besar dan harus berani berubah bersama,” pungkasnya.(*)
Editor : Agus Pramono