PALANGKA RAYA-Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) memastikan tahapan pendaftaran bakal calon rektor resmi ditutup setelah memenuhi batas minimal kuota pendaftar. Hingga batas waktu yang ditentukan, tercatat sebanyak delapan orang telah mendaftarkan diri, terdiri dari lima perempuan dan tiga laki-laki.
Salah satunya Dosen Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR), Tari Budayanti Usop.
Baca Juga: Sudah Ada 4 Calon Rektor UPR Mendaftar, Panitia Pastikan Belum Ada Perpanjangan
Dia dengan mengusung visi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penataan atmosfer akademik kampus yang lebih ramah.
Akademisi berlatar belakang arsitek itu menargetkan UPR menjadi pusat pengetahuan dan teknologi berkelanjutan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki infrastruktur penunjang yang memadai.
“Saya ingin berkontribusi membangun Universitas Palangka Raya agar semakin berkembang dan terdepan. Misi utama saya adalah mewujudkan UPR yang integralistik dan terpadu dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Tari dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Anak dari mantan Rektor UPR Almarhum Prof KMA Usop tersebut menekankan pentingnya jiwa pengabdian, karya, serta integritas tinggi dari seluruh civitas akademika kampus dalam menyongsong visi Indonesia Emas.
Baca Juga: Lima Orang Resmi Daftar, Besok Ada Dua Lagi yang akan Daftar Pada Pilrek UPR
Menurutnya, penguatan kualitas internal kampus menjadi faktor penting untuk memaksimalkan berbagai dukungan yang selama ini telah diberikan pemerintah daerah.
Tari menilai dukungan eksternal terhadap UPR sebenarnya cukup kuat. Namun, pengelolaan dan kemampuan internal kampus dalam mengakomodasi peluang tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama pada kualitas SDM.
“Dari segi eksternal, dukungan pemerintah daerah itu sangat kuat. Namun terkadang UPR dalam mengakomodir atau mengelolanya masih kurang maksimal. Oleh karena itu, internalnya perlu ditingkatkan lagi, khususnya kualitas SDM,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tari mendorong peningkatan kualifikasi tenaga pendidik di lingkungan UPR. Ia berharap jumlah dosen bergelar doktor dan profesor terus bertambah agar potensi dukungan eksternal dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Harus semakin banyak (dosen) yang bergelar doktor dan profesor. Dengan SDM yang mumpuni, dukungan eksternal tersebut akan bisa ditangkap dengan lebih kuat lagi,” tegasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana