PALANGKA RAYA-Program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah pusat pada tahun ini menjadi kabar bahagia bagi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah.
Jumlah sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi tercatat cukup banyak, bahkan mencapai sekitar 100 sekolah di seluruh wilayah di Kalteng.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, program tersebut tidak hanya menyasar sekolah dasar dan menengah pertama, tetapi juga sekolah menengah atas yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Tahun ini jumlahnya cukup banyak. Secara total ada sekitar 100 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi. Nilainya mencapai ratusan miliar rupiah karena satu titik anggarannya cukup besar,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Jayani mengatakan besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah tidak sama. Penentuan nilai bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap satuan pendidikan yang menjadi sasaran program revitalisasi.
“Nilai anggaran setiap sekolah berbeda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing sekolah. Biasanya program ini berupa pembangunan sarana dan prasarana atau ruang kelas baru,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut umumnya digunakan untuk pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Selain itu, sebagian sekolah juga mendapatkan dukungan pembangunan ruang kelas baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal.
Lebih lanjut, Jayani menyampaikan bahwa kondisi bangunan sekolah yang masih menggunakan material kayu saat ini sudah semakin berkurang di Kota Palangka Raya. Sebagian besar sekolah dengan kondisi tersebut berada di kawasan pinggiran kota.
“Sekolah yang bangunannya berbahan kayu berada di kawasan Puntun (Ponton, red), Kelurahan Panarung, kemudian di wilayah Danau Tundai, serta SDN 1 Petuk Ketimpun,” katanya.
Dengan dukungan anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat, revitalisasi sekolah diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan fasilitas pendidikan di Kalimantan Tengah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana