PALANGKA RAYA – Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus Islam negeri terbesar di Kalimantan Tengah itu resmi memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Manasik Haji oleh Mahasiswa Terbanyak di Indonesia.
Rekor tersebut diraih melalui kegiatan manasik haji yang digelar selama dua hari, 19–20 Juni 2026, dengan melibatkan sebanyak 1.675 mahasiswa. Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan panitia sebanyak 1.500 peserta.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UIN Palangka Raya itu menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat pemahaman dan praktik ibadah haji bagi mahasiswa. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat Islam.
Pada hari kedua, Sabtu (20/6), seluruh peserta mengikuti rangkaian praktik manasik secara menyeluruh. Mulai dari ihram dari miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar Jamrah Aqabah, tahalul, tawaf hingga mabit di Mina.
Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata, berbagai sarana dan properti yang digunakan dalam kegiatan tersebut dirancang menyerupai kondisi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang mendekati situasi sebenarnya.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji Republik Indonesia, Dr. H. Puji Raharjo, M.Hum, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Palangka Raya menyelenggarakan manasik haji berskala besar bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses penyelenggaraan, sukses ekosistem ekonomi haji dan sukses kemabruran jemaah.
“Pembekalan manasik sejak usia muda merupakan langkah yang sangat baik dalam membangun kesiapan calon jemaah haji Indonesia di masa mendatang. Program seperti ini sangat baik karena mampu memperkuat literasi haji di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Customer Relations Manager MURI, Andre Purwandono, S.S., menyampaikan hasil verifikasi resmi terhadap jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah peserta yang tercatat mencapai 1.675 orang.
“Kami telah berhasil melakukan verifikasi dan memastikan bahwa jumlah peserta manasik haji yang dilaksanakan UIN Palangka Raya mencapai 1.675 orang. Jumlah tersebut jauh melampaui target yang telah ditetapkan, yaitu 1.500 peserta,” ungkapnya.
Andre menjelaskan, ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental dan spiritual. Karena itu, kegiatan manasik menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman awal kepada peserta mengenai pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya.
Atas capaian tersebut, MURI secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada UIN Palangka Raya sebagai pemegang Rekor MURI Manasik Haji oleh Mahasiswa Terbanyak di Indonesia.
Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. Ahmad Dakhoir, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi, komitmen dan kontribusi seluruh pihak dalam pelaksanaan manasik haji ini. Capaian ini bukan hanya sebuah rekor, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat belajar dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mahasiswa,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan semangat memperbaiki diri.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah semangat dan membawa dampak dalam proses perbaikan diri, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat,” tutupnya.(hms/afa)
Editor : Ayu Oktaviana