SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya mengajak aparatur sipil negara (ASN) mengantar anak pada hari pertama sekolah, tetapi juga meminta setiap peserta Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) mendokumentasikan keikutsertaannya.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang diterbitkan sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Baca Juga: Bukan Ibu, Bupati Kotim Keluarkan Surat Edaran Ayah Antar Anak Pada Hari Pertama Sekolah
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, ASN yang memiliki anak usia sekolah diminta mengisi formulir pelaporan sekaligus mengunggah dokumentasi kegiatan secara mandiri melalui tautan yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Gerakan dimaksud, ASN diharapkan mengisi formulir pelaporan dan mengunggah dokumentasi kegiatan secara mandiri melalui tautan yang telah disediakan,” bunyi surat edaran itu, dikutip Jumat (10/7/2026).
Gerakan ini berlaku bagi ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA atau sederajat. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal hari pertama masuk sekolah masing-masing.
Selain mengajak ASN menjadi teladan, pemerintah juga berharap gerakan tersebut mampu mendorong meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kehadiran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dalam surat edaran juga ditegaskan bahwa seluruh ASN diharapkan turut menyosialisasikan gerakan tersebut kepada lingkungan sekitar agar partisipasi masyarakat semakin luas.
“Seluruh Aparatur Sipil Negara Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan dapat mengedukasi keluarga, kerabat dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah,” demikian isi surat edaran.
Pemkab Kotim menilai keterlibatan ayah sejak hari pertama sekolah menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam membangun hubungan emosional yang kuat dengan anak, sekaligus mendukung pembentukan generasi yang berkualitas.(*)
Editor : Ayu Oktaviana