Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

MPLS  Tak Hanya Kenalan Dengan Guru, tapi Melatih Murid Mandiri dan Berkarakter

Miftahul Ilma • Senin, 13 Juli 2026 | 13:30 WIB
MPLS di salah satu sekolah di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
MPLS di salah satu sekolah di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. 

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan karakter, kemandirian, hingga penggunaan gawai secara bijak sejak awal memasuki jenjang sekolah menengah pertama.

Baca Juga: SD Islam Darussalam Palangka Raya Sambut 64 Murid Baru Dengan Lawang Sakepeng pada Hari Pertama MPLS

Salah satu yang menjadi perhatian ialah masa transisi dari siswa sekolah dasar menuju SMP yang dinilai menjadi fase penting dalam pembentukan karakter.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, siswa yang kini memasuki bangku SMP diharapkan mulai meninggalkan kebiasaan bergantung kepada orang tua dan berani belajar mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang dulunya mereka dianggap bocil masih anak-anak, mudah-mudahan dengan mereka beralih masa transisi ke sekolah menengah pertama, mereka mempunyai kemandirian, keberanian, dan tentunya mempunyai karakter yang lebih bagus dan punya adab tentunya,” ujarnya, Senin (13/7/2026). 

Menurutnya, usia SMP merupakan masa yang cukup rentan karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh sebab itu, sekolah dan keluarga memiliki peran penting untuk mengarahkan perkembangan mereka ke arah yang positif.

“Karena usia-usia seperti ini adalah usia-usia yang labil. Di tingkat di mana mereka serba ingin tahu, tapi bagaimana lagi tentunya kita serahkan kepada bapak, ibu guru yang tentunya bisa mendidik anak-anak kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian sejak dini, mulai dari menyiapkan perlengkapan sekolah hingga berangkat ke sekolah tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Sementara bagi siswa yang belum cukup umur, ia mengingatkan agar tidak mengendarai sepeda motor.

“Jadi saatnya dia mempunyai karakter sendiri, mulai dari bangun tidur, menyiapkan pakaian, berangkat sekolah sendiri kalau memang rumahnya dekat atau punya sepeda. Jangan sampai menggunakan sepeda motor karena belum cukup usia,” bebernya. 

Selain membentuk karakter, penggunaan gadget juga menjadi perhatian. Orang tua diminta tetap mengawasi aktivitas anak di rumah agar penggunaan telepon pintar tidak mengganggu proses belajar maupun perkembangan psikologis mereka.

“Kalau bisa dibatasi waktunya. Di sekolah juga ada aturannya untuk penggunaan gadget tersebut. Jadi intinya gadget itu gunakan hal-hal yang baik lah,” ucapnya.

Irawati juga berpesan kepada para orang tua agar lebih berperan sebagai pendamping dan pemberi dukungan terhadap pilihan anak, bukan memaksakan kehendak.

“Jangan memaksakan kehendak kepada anak-anak kita. Intinya ikuti kemauan anak, tapi kemauan yang bagus. Jadi kita dukung aja, support apa yang menjadi kemauan anak untuk kesuksesan dia ke depannya,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#peserta didik #mpls #psikologis #Lingkungan sekolah