PALANGKA RAYA— Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah memantau jalannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada hari kedua di SD Islam Darussalam pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Kunjungan BPMP Provinsi Kalimantan Tengah merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar untuk memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung sesuai ketentuan.
Baca Juga: SD Islam Darussalam Palangka Raya Sambut 64 Murid Baru Dengan Lawang Sakepeng pada Hari Pertama MPLS
"Kami memastikan pelaksanaan MPLS Ramah bebas dari perpeloncoan dan kekerasan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi semua murid," ungkap Kepala BPMP Kalimantan Tengah Dr. Tomy Haridjaya yang diwakilkan.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS Ramah di SD Islam Darussalam telah menunjukkan praktik yang positif. Seperti penyambutan murid, suasana sekolah yang kondusif, serta keterlibatan warga sekolah yang menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
"Harapan kami, MPLS Ramah tidak hanya menjadi kegiatan pada awal tahun ajaran, tetapi menjadi fondasi pembentukan budaya sekolah yang positif sepanjang tahun," tutupnya.
Dalam momentum tersebut, BPMP Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dan tim dari Direktorat Sekolah Dasar, didampingi Kepala SD Islam Darussalam Jamatul Solihin juga menyaksikan secara langsung rangkaian kegiatan MPLS Ramah hari kedua di SD Islam Darussalam Palangka Raya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Rachmad Winarso mengungkapkan bahwa MPLS di SD Islam Darussalam berjalan baik dan lancar sesuai dengan edaran Kemendikdasmen.
"Untuk mendukung MPLS Ramah kami siapkan sarana lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Dimulai dari menyambut anak di gerbang sekolah oleh dewan guru hingga masuk ruang kelas dengan suasana yang nyaman dan bersih," sebut Kepala SD Islam Darussalam saat diwawancarai.
Jamatul Solihin mengungkapkan selama dua hari MPLS berjalan belum ada keluhan dari murid baru dan orang tua terkait kegiatan yang dilakukan di sekolah.
"Dengan adanya kegiatan ini kami berharap sebagai salah satu upaya memberi kemudahan, kenyamanan ke anak-anak khususnya lingkungan dan budaya sekolah," harapnya.
Ia juga mengungkapkan pengenalan budaya sekolah menjadi garis besar MPLS Tahun Ajaran 2026/2027. Disaat yang bersamaan salah satu budaya sekolah yang dikenalkan adalah salat duha berjamaah di sekolah.
"Kegiatan yang paling penting adalah pengenalan budaya sekolah. Budaya-budaya di sekolah diperkenalkan agar anak-anak bisa menerapkannya," tutur Jamatul Solihin.
Usai menerima kunjungan tersebut Kepala SD Islam Darussalam ini berharap terus diberi kepercayaan untuk bisa mengembangkan catatan baik dari hasil pelaksanaan MPLS Ramah untuk digunakan ditahun selanjutnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana