PALANGKA RAYA – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menilai pemanfaatan AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, namun di sisi lain menuntut kesiapan guru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, mengatakan AI dapat membantu guru dalam menyusun materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Baca Juga: AI Memudahkan Guru, Tapi Bisa Menggerus Daya Kritis dan Literasi Siswa
“Menurut kami, Artificial Intelligence adalah peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru di Kalimantan Tengah,” ujarnya saat ditemui di Istana Isen Mulang, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan digital para guru di Kalimantan Tengah dinilai terus berkembang. Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital, Dinas Pendidikan tahun ini menyiapkan program Kelas Digital Huma Betang yang memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran.
“Kalau kita lihat, kemampuan digital guru-guru kita tidak tertinggal. Tahun ini kami juga menyiapkan Kelas Digital Huma Betang, di mana penyusunan modul pembelajaran dapat dibantu dengan teknologi AI,” katanya.
Menurut Reza, penggunaan AI akan membantu guru menyusun materi yang lebih efektif sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik bagi peserta didik.
“Dengan begitu, materi pembelajaran bisa menjadi lebih interaktif, menarik, dan tidak membosankan. Guru juga dapat lebih mudah menyampaikan materi karena berbagai informasi dapat dirangkum secara efektif dengan bantuan AI,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI secara berlebihan juga berpotensi menjadi tantangan, terutama jika tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Betul, karena itu AI bukan hanya peluang, tetapi juga tantangan,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya, guru harus memiliki kemampuan literasi digital yang lebih baik dibandingkan peserta didik agar mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi secara tepat.
“Guru harus lebih siap dan lebih cepat beradaptasi dibandingkan murid. Artinya, literasi digital guru harus selalu berada satu langkah di depan peserta didik,” tegasnya.
Reza mengatakan Dinas Pendidikan telah mempersiapkan peningkatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik sejak 2023 agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.
“Sejak tahun 2023 kami terus menyiapkan guru-guru agar semakin terbiasa dan kompeten dalam pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas guru, Dinas Pendidikan juga akan melakukan asesmen ulang terhadap kepala sekolah sesuai arahan Gubernur Kalimantan Tengah.
“Selain itu, sesuai arahan terakhir dari Bapak Gubernur, kami juga akan melakukan asesmen ulang terhadap para kepala sekolah. Tujuannya untuk memastikan kepala sekolah memiliki kemampuan digitalisasi yang baik serta mampu melahirkan inovasi dan pemikiran yang strategis serta kritis,” ujarnya.
Ia berharap peningkatan kapasitas kepala sekolah tersebut nantinya dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran hingga ke seluruh satuan pendidikan di Kalimantan Tengah.
“Dengan begitu, semangat kemajuan pendidikan dapat ditularkan hingga ke seluruh guru di lingkungan sekolah masing-masing,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana