Mahasiswa FKH USK Raih Medali Emas di Thailand Lewat Inovasi Salep Daun Jambu Biji untuk Kucing

Agus Pramono • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Tim Meupura Derm dari FKH USK yang berisi Yudha Alva Fernanda, Inayah Namora Br Harahap dan Muhammad Haikal usai juara di TISIIF 2026.(Dok pribadi)
Tim Meupura Derm dari FKH USK yang berisi Yudha Alva Fernanda, Inayah Namora Br Harahap dan Muhammad Haikal usai juara di TISIIF 2026.(Dok pribadi)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Inovasi salep herbal berbahan dasar ekstrak daun jambu biji berhasil mengantarkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK) meraih Medali Emas dalam ajang internasional 1st Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026 di Pathum Thani, Thailand.

Prestasi tersebut diraih tim mahasiswa FKH USK melalui produk inovasi bernama Meupura Derm, yang dikembangkan sebagai salep herbal nonsteroid untuk membantu mengatasi dermatitis pada kucing.

Kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Pathum Thani, Thailand. Ajang TISIIF 2026 diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) bersama Next Generation Knowledge dan diikuti peserta dari lebih dari delapan negara.

Salep Herbal dari Daun Jambu Biji

Meupura Derm dikembangkan dengan memanfaatkan ekstrak daun jambu biji sebagai bahan dasar. Inovasi tersebut menawarkan pendekatan berbasis bahan alam dan sumber daya lokal untuk mendukung penanganan masalah kesehatan kulit pada kucing.

Dermatitis merupakan salah satu gangguan kulit yang dapat dialami kucing. Dalam pengembangan Meupura Derm, tim melakukan pengujian laboratorium terhadap bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), salah satu mikroorganisme yang dapat ditemukan pada kasus infeksi kulit.

Produk tersebut juga telah melalui pengujian pada hewan coba dan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam tahap penelitian.

Meski demikian, Meupura Derm saat ini merupakan hasil inovasi dan penelitian mahasiswa. Penggunaannya sebagai produk terapi pada hewan peliharaan tetap perlu mempertimbangkan hasil penelitian lanjutan serta rekomendasi dokter hewan.

Tiga Mahasiswa FKH USK di Balik Meupura Derm

Tim Meupura Derm terdiri dari tiga mahasiswa FKH USK, yakni Yudha Alva Fernanda, Inayah Namora Br. Harahap, dan Muhammad Haikal.

Yudha Alva Fernanda dipercaya sebagai ketua tim. Sementara penelitian dan pengembangan inovasi tersebut mendapat bimbingan dari Wahyu Eka Sari, S.Si., M.Si., dosen Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH USK.

Yudha mengatakan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim karena inovasi yang dikembangkan dapat membawa nama FKH USK dan Indonesia ke panggung internasional.

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, Meupura Derm sebagai produk inovasi di bidang veteriner mampu membawa nama baik fakultas dan universitas di tingkat internasional serta memperoleh pengakuan dalam bentuk medali emas. Ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat global,” ujar Yudha.

TISIIF 2026 menjadi ajang bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti muda untuk memamerkan berbagai inovasi di bidang sains, penemuan, dan teknologi.
Kompetisi tersebut diikuti peserta dari lebih dari delapan negara dengan ratusan karya inovatif yang dipresentasikan kepada dewan juri.

Sejumlah aspek menjadi pertimbangan dalam penilaian, mulai dari urgensi dan relevansi inovasi, tampilan proyek, hingga kualitas presentasi peserta.

Keberhasilan Meupura Derm meraih Medali Emas menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia, khususnya di bidang kedokteran hewan, mampu bersaing dengan karya dari berbagai negara.

Dekan FKH USK Apresiasi Prestasi Mahasiswa

Dekan FKH USK, Dr. drh. Nuzul Asmilia, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membawa nama universitas di tingkat internasional.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sivitas akademika FKH USK memiliki kemampuan untuk menghasilkan inovasi yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan dunia kedokteran hewan.

“Kami sangat bangga atas prestasi luar biasa ini. Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh sivitas akademika FKH USK untuk terus melahirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ungkap Nuzul.

Ia berharap Meupura Derm tidak berhenti sebagai karya untuk kompetisi internasional.
Pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat menghasilkan artikel ilmiah bereputasi maupun produk inovatif terapan yang nantinya memberikan manfaat bagi dunia kedokteran hewan, kesehatan masyarakat, hingga industri nasional.

Raihan Medali Emas pada TISIIF 2026 sekaligus memperkuat komitmen FKH USK melalui semangat Committed, Synergy, Innovative dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif, memiliki daya saing global, dan mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
salep herbal universitas syiah kuala meupura derm fkh usk