PALANGKA RAYA – Potensi mikroalga yang tumbuh di perairan gambut Kalimantan Tengah mulai dikembangkan sebagai pakan alami ikan di SMKN 5 Palangka Raya.
Inovasi tersebut dikenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen Universitas Palangka Raya (UPR), guru, dan siswa jurusan perikanan.
Mikroalga dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan pakan alami maupun campuran pakan buatan untuk benih ikan dan udang. Organisme mikroskopis yang mampu berfotosintesis ini diketahui mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lipid, dan senyawa lainnya yang berpotensi mendukung pertumbuhan benih ikan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Agustus 2026 tersebut merupakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui pendanaan tahun 2026.
Baca Juga: Farmasi UPR Edukasi Warga Pahandut Kelola Obat Rumah Tangga Secara Rasional
Pengembangan mikroalga air gambut dilakukan sebagai solusi atas kendala yang selama ini dihadapi guru dalam menyediakan dan membudidayakan pakan alami. Di sisi lain, siswa SMK juga dituntut memiliki keterampilan kewirausahaan seiring penerapan program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sekolah menengah kejuruan.
Ketua pelaksana kegiatan, Faridah Tsuraya, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan implementasi hasil penelitian yang dilakukan bersama tim selama 2024–2026. Penelitian itu mengangkat tema skrining mikroalga air gambut sebagai kandidat pakan alami untuk ikan lokal di Kalimantan Tengah.
“Penelitian yang telah dihasilkan diharapkan dapat diajarkan kepada guru dan siswa agar lebih praktis untuk diterapkan di masyarakat,” kata Faridah.
Tim pengabdian terdiri atas dosen dari Program Studi Biologi, Fisika, Kimia, serta Budidaya Perikanan UPR. Selain Faridah Tsuraya sebagai ketua, tim beranggotakan Dr. Maryani, M.Si., Septaria Yolan Kalalinggi, S.Si., M.Si., Yunus Pebriyanto, S.Pd., M.Si., dan Wahyu Anggar Wanto, S.Si., M.Si.
Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UPR Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Dukung Pembibitan KTH KAHUI
Dalam pelaksanaannya, tim memasang sekaligus menyerahkan seperangkat peralatan budi daya mikroalga kepada pihak sekolah. Penyerahan peralatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi guru dan siswa.
Materi pelatihan mencakup budi daya mikroalga dalam skala laboratorium, pengemasan dan pemasaran produk, serta perkembangan penelitian terbaru mengenai pakan ikan.
Guru dan siswa juga mengikuti praktikum di laboratorium untuk mempelajari secara langsung proses budi daya mikroalga hingga pembuatan produk pakan alami berbahan mikroalga.
Wakil Ketua Humas SMKN 5 Palangka Raya sekaligus guru jurusan perikanan, Yuni Hartati, S.Pi., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan mikroalga dapat menjadi referensi baru bagi sekolah dalam mengembangkan pakan alami untuk mendukung pembelajaran dan praktik perikanan.
Antusiasme serupa ditunjukkan Jainah, S.Pi., guru sekaligus Kepala Laboratorium Jurusan Perikanan SMKN 5 Palangka Raya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi pembaruan pembelajaran, terutama dalam pengembangan pakan alami yang selama ini masih menghadapi sejumlah kendala.
Baca Juga: FMIPA UPR 2026 Dorong Mahasiswa Baru Jadi Saintis Adaptif dan Kolaboratif
Sebanyak 27 siswa jurusan perikanan dari kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan baru, para siswa juga memperoleh pengalaman praktik langsung dalam membudidayakan mikroalga dan mengolahnya menjadi produk pakan alami.
Peningkatan kompetensi siswa juga terlihat dari hasil evaluasi. Nilai peserta mengalami peningkatan dari pretest ke posttest setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan praktikum.
Melalui kegiatan tersebut, pengembangan mikroalga air gambut diharapkan tidak hanya menjadi inovasi pembelajaran di SMKN 5 Palangka Raya, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk pakan alami yang memiliki nilai ekonomi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga hasil penelitian mikroalga lokal Kalimantan Tengah dapat diterapkan secara lebih luas, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam budi daya, pengolahan, hingga pemasaran pakan alami ikan.(*)
Editor : Agus Pramono