Pendidikan Kalteng Bergerak Maju, 18 Terobosan Digital Mulai Ubah Wajah Sekolah di Era Modern

Agus Pramono • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Siswi SMA di pelosok Kalimantan Tengah.(Dok Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Siswi SMA di pelosok Kalimantan Tengah.(Dok Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Dalam hampir tiga tahun terakhir, pendidikan Kalteng mulai bergerak dari pola pembelajaran konvensional menuju ekosistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Baca Juga: Nasib 365 Formasi CPNS Kotim Masih di Tangan Pemerintah Pusat, soal Guru Masih Tanda Tanya

Transformasi tersebut ditandai dengan sedikitnya 18 program dan inovasi yang menyentuh berbagai aspek pendidikan, mulai dari digitalisasi pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan sistem pengawasan serta pengaduan berbasis digital.

Berbagai terobosan itu dijalankan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo. 

Transformasi pendidikan tersebut juga mendapat dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalteng, mulai era Gubernur H. Sugianto Sabran hingga kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran saat ini.

Pendidikan tidak lagi sekadar ditempatkan sebagai urusan ruang kelas. Pemprov Kalteng mulai mendorong pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi tuan di daerah sendiri sekaligus bersaing di tingkat nasional dan global.

Digitalisasi Mulai Masuk ke Sekolah

Salah satu terobosan yang menjadi bagian dari transformasi tersebut adalah PENA Kalteng. Platform digital ini dikembangkan untuk memperkuat monitoring dan pelaporan berbagai program pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Superman Muncul di Tengah Karhutla Palangka Raya, Ada Kisah Sedih Melekat Diingatan Rudiyansah 

Melalui sistem monitoring digital, proses pelaporan sekolah diharapkan menjadi lebih terukur dan transparan. Pemerintah juga dapat memperoleh gambaran kondisi pelaksanaan berbagai program pendidikan secara lebih cepat.

Transformasi juga menyentuh langsung proses pembelajaran. Penggunaan TV interaktif atau papan tulis digital, Starlink, dan panel surya menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi hingga ke wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.

Konsep hybrid learning memungkinkan siswa di daerah memperoleh sumber belajar dan pengalaman pembelajaran yang lebih luas.

Upaya tersebut diperkuat melalui Kelas Digital Huma Betang yang menjadi salah satu fondasi ekosistem pembelajaran digital di Kalteng.

Baca Juga: Anak Usia Sekolah di Kotim Terpapar Paham Kekerasan lewat Media Sosial

Sistem ini dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari absensi, penyediaan modul, hingga pelaksanaan evaluasi secara daring.

Teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian dari sistem pendidikan.

Akses Pendidikan Diperluas

Transformasi pendidikan Kalteng juga diarahkan pada pemerataan kesempatan belajar. Pemerintah provinsi menjalankan berbagai program afirmasi untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat mendapatkan pendidikan.

Program tersebut antara lain Sekolah Gratis, Kuliah Gratis yang sebelumnya dikenal melalui Beasiswa TABE Berkah dan kini diarahkan melalui visi Satu Rumah Satu Sarjana, serta pembangunan 5.000 Rumah Berkah untuk Guru.

Baca Juga: Terancam Hilang? Anggota DPRD Desak Kepastian Kelanjutan Beasiswa Kalteng Berkah Tahun 2027

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia di Kalteng.

Sementara itu, peningkatan kompetensi siswa dan guru dilakukan melalui berbagai program, seperti Asesmen Minat dan Bakat (AMB), PKDS Berkah, pembelajaran bahasa asing secara virtual, Try Out UTBK gratis, pelatihan guru melalui Learning Management System (LMS) Huma Betang Training System, serta penguatan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), coding, dan Artificial Intelligence (AI).

Arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Kalteng mulai diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.

Transformasi juga menyentuh aspek produktivitas dan kemandirian siswa. Melalui program BERSINERGI (Berkah Siswa untuk Negeri), karya dan kreativitas siswa didorong untuk masuk ke ruang pemasaran digital.

Selain itu, fasilitasi pendidikan ke luar negeri serta program persiapan bagi siswa yang ingin mengikuti seleksi TNI, Polri, dan sekolah kedinasan menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak pilihan masa depan bagi generasi muda Kalteng.

Dengan demikian, siswa tidak hanya diarahkan untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga dipersiapkan menghadapi berbagai jalur pendidikan, karier, dan profesi.

Pengaduan Pendidikan Berbasis Digital

Pembenahan tidak hanya dilakukan pada aspek pembelajaran dan akses pendidikan. Disdik Kalteng juga membangun sistem layanan yang lebih terbuka melalui Whistleblowing System (WBS).

Kanal pengaduan berbasis digital tersebut memberikan ruang bagi warga sekolah dan masyarakat untuk menyampaikan persoalan pendidikan secara aman dan rahasia.

Kehadiran WBS menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pelayanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan responsif.

18 Terobosan Pendidikan Kalteng

Jika dirangkum, sedikitnya 18 program dan inovasi menjadi bagian dari perjalanan transformasi pendidikan Kalteng dalam periode kepemimpinan Muhammad Reza Prabowo.

Program tersebut meliputi PENA Kalteng, digitalisasi pembelajaran, Kelas Digital Huma Betang, Sekolah Gratis, Kuliah Gratis, AMB, PKDS Berkah, pembelajaran bahasa asing virtual, BERSINERGI, pelatihan guru berbasis LMS, 5.000 Rumah Berkah untuk Guru, Try Out UTBK gratis, TABE Berkah, PMMK Berkah, fasilitasi studi ke luar negeri, penguatan STEM dan AI, WBS, serta fasilitasi sekolah kedinasan.

Berbagai inovasi tersebut turut membawa Pemprov Kalteng meraih penghargaan Outstanding Initiative for Expanding Higher Education Access dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Pemprov Kalteng juga meraih penghargaan kategori pendidikan dalam ajang National Governance Awards 2026 Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan Metro TV pada 24 April 2026.

Bagi Muhammad Reza Prabowo, rangkaian inovasi tersebut bukan sekadar program yang diluncurkan, melainkan bagian dari upaya panjang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang mampu menjawab perubahan zaman.

“Semua ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memajukan dunia pendidikan. Kita terus berinovasi agar anak-anak Kalteng mampu bersaing di level nasional maupun global, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Huma Betang,” tegas Reza, Minggu (16/8/2026).(*)

Editor : Ayu Oktaviana
beasiswa Huma Betang agustiar sabran Mbg Muhammad Reza Prabowo