Tim PKM UPR Dampingi Poktan Habaring Hurung, Olah Hasil Pertanian Sisa Jadi Produk Bernilai Jual

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Tim PKM Prodi FMIPA UPR sosialisasi dan pelatihan diversifikasi produk pangan olahan di Kelurahan Habaring Hurung.(Dok pribadi)
Tim PKM Prodi FMIPA UPR sosialisasi dan pelatihan diversifikasi produk pangan olahan di Kelurahan Habaring Hurung.(Dok pribadi)

PALANGKA RAYA – Hasil pertanian yang tidak terserap pasar selama ini menjadi persoalan bagi petani di Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya.

Alih-alih dibuang atau hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, hasil panen tersebut kini didorong untuk diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Upaya itu dilakukan Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PKM) Program Studi Kimia dan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), melalui sosialisasi dan pelatihan diversifikasi produk pangan olahan berbasis kearifan lokal kepada kelompok tani di Kelurahan Habaring Hurung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UPR Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Dukung Pembibitan KTH KAHUI

Ketua Tim PKM Prodi Kimia FMIPA UPR, Chuchita, S.Pd., M.Sc, mengatakan program tersebut dirancang sebagai solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi petani, terutama ketika hasil panen melimpah tetapi tidak seluruhnya dapat terjual.

“Kegiatan ini merupakan salah satu solusi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami kelompok tani di Kelurahan Habaring Hurung. Seluruh anggota kelompok tani terlibat aktif dalam setiap proses pelaksanaan PKM, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan pembuatan produk,” katanya.

Hasil Panen Tak Terjual Jadi Persoalan Petani

Selama ini, sebagian besar masyarakat Kelurahan Habaring Hurung bekerja sebagai petani. Kondisi tersebut membuat perekonomian keluarga sangat bergantung pada hasil pertanian.

Persoalan muncul ketika produksi meningkat, tetapi permintaan pasar tidak sebanding. Harga komoditas pun tidak selalu stabil. Ketika harga turun, petani berpotensi hanya memperoleh keuntungan kecil, bahkan mengalami kerugian.

Kondisi tersebut diperparah ketika hasil panen tidak terserap pasar. Sebagian hasil pertanian akhirnya terbuang atau hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Melalui diversifikasi produk pangan, Tim PKM UPR mendorong masyarakat melihat hasil pertanian dari sudut pandang berbeda. Komoditas yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai jual dapat diolah menjadi produk baru dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Chuchita menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai pertanian dan kewirausahaan kepada kelompok tani.

Baca Juga: FMIPA UPR 2026 Dorong Mahasiswa Baru Jadi Saintis Adaptif dan Kolaboratif

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

“Sebelumnya para petani di Kelurahan Habaring Hurung hanya pasrah dengan keadaan. Hasil pertanian yang tidak laku terjual hanya dibuang begitu saja atau diberikan sebagai pakan ternak. Tetapi dengan adanya pelatihan ini, dapat menjadi salah satu jawaban yang solutif bagi permasalahan mereka saat ini,” ujarnya.

Didorong Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Menurut Chuchita, pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan dapat menjadi langkah untuk meminimalkan kerugian sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok tani.

Pengetahuan mengenai pengolahan, pengemasan hingga pengembangan produk diharapkan dapat mendorong masyarakat menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.

“Kami berharap dengan adanya inovasi baru, hasil panen yang tidak laku terjual dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” katanya.

Tim PKM tersebut terdiri dari Chuchita, S.Pd., M.Sc. sebagai ketua, bersama Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc., serta dosen Program Studi Farmasi apt. Ahmad Irawan, M.Farm.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UPR, yakni Heldayanti dan Greycia Zefanya Lienardy.

Kelompok Tani Sambut Antusias

Program tersebut mendapat sambutan positif dari kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung. Masyarakat tidak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pelatihan pengolahan produk.

Ketua kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, Suniti, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Tim PKM UPR.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan kegiatan ini. Kami berharap akan ada keberlanjutan ke depannya dari kegiatan pelatihan ini,” ujarnya.

Suniti berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai komoditas lain yang tersedia melimpah di wilayah Habaring Hurung.

Menurutnya, semakin banyak jenis hasil pertanian yang dapat diolah, semakin besar pula peluang masyarakat mengembangkan produk pangan sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Program pelatihan ini bukan hanya bermanfaat bagi para petani, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas di Kelurahan Habaring Hurung, dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan hasil pertanian,” katanya.

Tim PKM UPR berharap inovasi diversifikasi pangan berbasis potensi lokal tersebut dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pertanian tidak lagi sekadar bergantung pada harga pasar, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kalimantan Tengah, khususnya daerah yang memiliki potensi pertanian melimpah.(*)

Editor : Agus Pramono
tim pkm upr poktan habaring hurung olahan pertanian mahasiswa upr