UPR Pasang PLTS 900 Wp untuk Hidroponik di Desa Hapalam, Antisipasi Pemadaman Listrik

Agus Pramono • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:14 WIB
PLTS untuk budi daya hidroponik Kelompok Tani Agro Visi Garapan di Desa Hapalam.(Dok pribadi)
PLTS untuk budi daya hidroponik Kelompok Tani Agro Visi Garapan di Desa Hapalam.(Dok pribadi)

 

KASONGAN– Universitas Palangka Raya (UPR) menerapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 900 watt-peak (Wp) untuk mendukung budidaya hidroponik Kelompok Tani Agro Visi Garapan di Desa Hapalam, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan.

Teknologi tersebut diterapkan sebagai sumber energi cadangan untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik yang dapat menghentikan pompa pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT).

Dalam sistem NFT, pompa berperan menjaga sirkulasi larutan nutrisi menuju akar tanaman. Ketika listrik padam, pompa ikut berhenti sehingga sirkulasi nutrisi terganggu dan berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPR, Fadhila Aziz, M.Si., mengatakan keberlanjutan budidaya hidroponik tidak hanya bergantung pada keterampilan petani, tetapi juga ketersediaan energi untuk mengoperasikan sistem.

Baca Juga: Tim PKM UPR Dampingi Poktan Habaring Hurung, Olah Hasil Pertanian Sisa Jadi Produk Bernilai Jual

“Pada hidroponik sistem NFT, pompa memiliki peran penting untuk menjaga sirkulasi larutan nutrisi. Karena itu, ketika listrik padam, keberlangsungan sistem budidaya juga dapat terganggu. PLTS kami terapkan sebagai sumber energi cadangan agar pompa tetap dapat beroperasi ketika pasokan listrik utama terhenti,” jelas Fadhila.

Program tersebut mengusung tema “Sistem Smart Hydroponic Self-Sustaining: Implementasi PLTS Off-Grid untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan di Desa Hapalam.”

PLTS untuk budi daya hidroponik
PLTS untuk budi daya hidroponik

 

Program didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Hibah BIMA 2026 dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

PLTS Jadi Cadangan Energi Hidroponik

Dalam penerapannya, PLTS 900 Wp diintegrasikan dengan instalasi hidroponik milik Kelompok Tani Agro Visi Garapan. Sistem dilengkapi mekanisme perpindahan sumber daya sehingga pasokan listrik untuk pompa dapat dialihkan saat listrik utama mengalami pemadaman.

Anggota kelompok tani tidak hanya menerima perangkat, tetapi juga dilibatkan langsung dalam pemasangan dan pengoperasian teknologi.

Pelatihan mencakup pemeliharaan panel surya, pengecekan tegangan baterai hingga pengoperasian Automatic Transfer Switch (ATS).

Selain PLTS, tim pengabdian UPR menambahkan satu unit instalasi hidroponik NFT dengan kapasitas 400 lubang tanam.

Sebelumnya, kelompok tani tersebut telah memiliki dua unit instalasi hidroponik dengan total kapasitas 800 lubang tanam dari program pendampingan pada 2025.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UPR Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Dukung Pembibitan KTH KAHUI

Dengan penambahan satu instalasi baru, total kapasitas hidroponik Kelompok Tani Agro Visi Garapan kini mencapai 1.200 lubang tanam.

 

Petani Diajarkan Menghitung Biaya Produksi

Pendampingan UPR tidak hanya berfokus pada teknologi energi dan budidaya. Kelompok tani juga diberikan pelatihan analisis usaha untuk menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sayuran hidroponik secara mandiri.

Petani dilatih menghitung berbagai komponen biaya, mulai dari biaya variabel, biaya tetap hingga tenaga kerja menggunakan lembar kerja Microsoft Excel yang telah disiapkan.

Perhitungan tersebut diharapkan membantu kelompok menentukan biaya produksi sekaligus menjadi dasar dalam menetapkan harga jual sayuran.

“Teknologi saja tidak cukup. Kelompok tani juga perlu mengetahui berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk menghasilkan produknya. Dengan mengetahui HPP, penentuan harga jual tidak hanya berdasarkan perkiraan,” ujar Fadhila.

Kelompok tani juga diperkenalkan dengan sistem pencatatan budidaya secara digital. Data penyemaian, penggunaan nutrisi hingga hasil panen dicatat melalui Google Form dan disimpan secara daring untuk memudahkan dokumentasi serta evaluasi.

 

Dorong Kelompok Tani Mandiri Kelola Teknologi

Pelatihan teknis PLTS dan analisis usaha dilaksanakan pada Juli 2026 di Gedung Pertemuan Penyang Batarong dan kebun hidroponik Kelompok Tani Agro Visi Garapan, Desa Hapalam.

Anggota kelompok dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan, mulai dari pemasangan teknologi, pengoperasian PLTS hingga praktik menghitung biaya produksi.

Fadhila mengatakan, program tersebut tidak dirancang sebatas memberikan perangkat kepada masyarakat. Lebih dari itu, pendampingan diarahkan agar kelompok tani mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi secara mandiri setelah program berakhir.

Baca Juga: FMIPA UPR 2026 Dorong Mahasiswa Baru Jadi Saintis Adaptif dan Kolaboratif

“Kami berharap kelompok tidak bergantung kepada tim setelah program selesai. PLTS harus dapat mereka operasikan dan rawat, hidroponik dapat terus berjalan, dan pencatatan usaha juga dilakukan secara rutin,” katanya.

Integrasi PLTS dan hidroponik di Desa Hapalam diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan produksi sayuran, terutama ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan hidroponik di wilayah pedesaan tidak hanya membutuhkan teknologi budidaya, tetapi juga dukungan energi yang andal serta kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

Tim pengabdian UPR menyampaikan apresiasi kepada Rektor UPR dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR atas dukungan terhadap pelaksanaan program.

Apresiasi juga diberikan kepada Kelompok Tani Agro Visi Garapan Desa Hapalam yang berpartisipasi aktif dalam pemasangan teknologi, pelatihan hingga pengelolaan instalasi hidroponik.

Melalui program tersebut, UPR berharap penerapan PLTS dan hidroponik dapat terus dikembangkan oleh kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan sekaligus usaha ekonomi masyarakat Desa Hapalam.(*)

 

Editor : Agus Pramono
hidropinik tim pengabdian upr desa halapam plts