Mahasiswa UPR Kembangkan Kosmetik Hibrid dari Arang Aktif Kayu Tumih dan Daun Putat

Iyan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:30 WIB
Mahasiswa UPR saat melakukan proses penelitian berbasis bahan alam khas Kalteng. (Iyan/Kalteng Pos)
Mahasiswa UPR saat melakukan proses penelitian berbasis bahan alam khas Kalteng. (Iyan/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Empat mahasiswa lintas jurusan Universitas Palangka Raya (UPR) mengembangkan inovasi kosmetik tradisional berbasis bahan alam khas Kalimantan Tengah.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai pemerintah, tim tersebut merancang bedak dingin generasi baru yang memadukan arang aktif kayu Tumih dan ekstrak daun Putat untuk membantu mengatasi masalah kulit berminyak.

Ketua Tim Riset Mahasiswa, Anisa Nugraha Heni, mengatakan, penelitian tersebut berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Iklim tropis Indonesia menyebabkan produksi minyak atau sebum pada wajah cenderung tinggi, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda.

“Survei ZAP Beauty Index mencatat lebih dari sepertiga perempuan Indonesia mengeluhkan masalah kulit berminyak yang kerap disertai jerawat dan komedo,” ujarnya.

Menurut Anisa, penggunaan kosmetik modern berbahan sintetis juga perlu diimbangi dengan pengembangan alternatif berbasis bahan alam yang aman dan berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim mencoba menghidupkan kembali bedak dingin sebagai warisan kosmetik tradisional Indonesia berbahan dasar beras, kemudian mengembangkannya menjadi produk fungsional yang dapat diuji secara ilmiah.

Hal yang membedakan penelitian tersebut adalah pendekatan hybrid dengan mengombinasikan dua bahan aktif yang memiliki mekanisme kerja berbeda.

Arang aktif kayu Tumih (Combretocarpus rotundatus), tumbuhan khas lahan gambut Kalteng, berperan sebagai adsorben yang membantu menyerap minyak dan kotoran pada permukaan kulit. Kemampuan tersebut didukung struktur mikropori dan luas permukaan arang aktif yang tinggi.

Sementara itu, ekstrak daun Putat (Planchonia valida) menyumbang aktivitas bioaktif melalui kandungan flavonoid, tanin, serta senyawa antioksidan lainnya yang berpotensi memberikan aktivitas antibakteri dan membantu menjaga keseimbangan kondisi kulit.

“Kombinasi kedua bahan tersebut menjadi salah satu kebaruan dalam penelitian kami. Efektivitasnya juga diuji secara kuantitatif menggunakan skin analyzer untuk mengukur perubahan kadar sebum secara lebih objektif,” jelasnya.

Tim riset ini terdiri dari Anisa Nugraha Heni dari Program Studi Fisika sebagai ketua, Ade Theresia Hutauruk dari Fisika, Muhammad Ramadhani dari Farmasi, dan Rumita dari Kimia. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan dosen pendamping Made Dirgantara SSi MSi.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan sinergi antara ilmu fisika, kimia, farmasi, dan sains dasar dalam mengembangkan solusi berbasis bahan alam untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

Selain melaksanakan penelitian, tim juga aktif memperkenalkan hasil dan perkembangan riset melalui berbagai forum ilmiah. 

Tim telah mengikuti sejumlah kegiatan seminar, di antaranya SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) ekstrak daun Putat kosmetik tradisional Universitas Palangka Raya (UPR)