Raih 37 Suara, Prof Bhayu  Terpilih Sebagai Rektor UPR, Dijadwalkan Dilantik 5 Oktober 2026

rifqi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:16 WIB
Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D terpilih jadi rektor UPR.
Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D terpilih jadi rektor UPR.

 PALANGKA RAYA –Prof Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026-2030. Dia berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Rektor (Pilrek)  Universitas Palangka Raya, Kamis (1/10/2026). 

Prof Bhayu meraih 37 suara. Sementara Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn meraih 14 suara, sedangkan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si mendapat 12 suara.

"Sore ini kita telah melaksanakan Pemilihan Rektor tahap II antara Anggota Senat dengan Kementerian yang diwakili oleh Dr Adi Nuryanto. Hasilnya Prof Bhayu mendapat 37 suara, Dr Thea mendapat 14 suara, dan Prof Liswara mendapat 12 suara," kata Ketua Senat Universitas Palangka Raya Prof Dr Petrus Poewadi kepada wartawan selesai pemilihan. 

Baca Juga: Prof Bhayu Rhama Usung “Borneo Impact and Global Recognition” di Pemilihan Rektor UPR 2026

Pemilihan dilaksanakan di Aula Rahan secara tertutup. Diikuti oleh 41 anggota Senat Universitas Palangka Raya dan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi  Sains Teknologi.

Petrus menjelaskan, ada sebanyak 41 anggota Senat hadir dalam pemilihan.

Dengan jumlah tersebut, porsi suara Menteri yang dihitung berdasarkan ketentuan 35/65 dari jumlah suara Senat menghasilkan 22 suara.

Dengan demikian, total suara dalam pemilihan mencapai 63 suara. Dari hasil penghitungan, Thea Farina memperoleh 14 suara, Liswara Neneng 12 suara, sedangkan Bhayu Rhama memperoleh 37 suara.

“Dengan demikian Prof. Bhayu terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026-2030,” ujarnya.

Bhayu Rhama menyampaikan bahwa setelah terpilih, dirinya ingin menjalankan peran sebagai rektor untuk seluruh sivitas akademika UPR.

Ia juga menegaskan akan merangkul dua calon lainnya bersama seluruh pihak di lingkungan kampus.

“Kita terpilih menjadi rektor, rektor untuk semua. Kita akan dukung semua pihak, karena UPR adalah rumah bersama,” kata Bhayu.

Menurutnya, para calon yang belum terpilih tetap merupakan bagian dari keluarga besar UPR. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersatu dan bersama-sama membangun universitas.

“Kami berusaha untuk bisa semua teman-teman yang belum terpilih, itu adalah keluarga kita, jadi kita akan rangkul mereka semua untuk bisa menjadi satu dalam satu keluarga besar di Universitas Palangka Raya,” ujarnya.

Bhayu dijadwalkan dilantik sebagai Rektor UPR periode 2026-2030 pada 5 Oktober di Jakarta.(*)

Editor : Agus Pramono
Prof Bhayu Rhama pemilihan rektor upr pelantikan rektor upr Rektor UPR