Kemdiktisaintek Lantik Prof Bhayu Rhama sebagai Rektor UPR 

Ismail • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 21:07 WIB
Sesjen Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco PhD (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Prof Bhayu Rhama PhD setelah dilantik sebagai Rektor UPR.
Sesjen Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco PhD (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Prof Bhayu Rhama PhD setelah dilantik sebagai Rektor UPR.

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melantik Prof Bhayu Rhama PhD sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026-2030, Senin (5/10/2026). Pelantikan dilaksanakan di Jakarta oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco PhD

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco PhD menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab untuk membawa institusi menghadapi perubahan zaman, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan wujud pengukuhan amanah. Terdapat tanggung jawab besar di baliknya, yakni komitmen untuk membawa pendidikan tinggi ke arah yang lebih tanggap terhadap perubahan, relevan dengan kebutuhan zaman, dan berdampak luas bagi peradaban bangsa,” ujar Sesjen Badri.

Baca Juga: Raih 37 Suara, Prof Bhayu  Terpilih Sebagai Rektor UPR, Dijadwalkan Dilantik 5 Oktober 2026

Sesjen Kemdiktisaintek mengingatkan bahwa perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan artifisial AI), transformasi digital, hingga dinamika global turut mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. 

Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk tidak berjalan dengan pola lama, melainkan memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, pengembangan talenta, dan penghasil solusi bagi persoalan bangsa.

Dalam kerangka Diktisaintek Berdampak, para pimpinan perguruan tinggi dan pejabat yang dilantik didorong menghadirkan tata kelola yang profesional, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak.

Para pemimpin juga diharapkan mampu membaca perubahan, membangun jejaring kolaborasi, dan menciptakan budaya kerja yang inovatif serta adaptif.

“Setiap pemimpin perguruan tinggi, pejabat administrasi, pengawas, dan pejabat fungsional pada masa kini, tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi birokrasi, namun juga harus mampu membaca perubahan, membangun jejaring kolaborasi, serta menciptakan budaya kerja yang inovatif dan adaptif,” tegas Sesjen Badri.

Lebih lanjut, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, sekaligus tangguh menghadapi perubahan global.

Riset juga diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat memberikan solusi bagi masyarakat dan mendukung kemandirian bangsa. 

Pada saat yang sama, tata kelola perguruan tinggi dan lembaga layanan pendidikan tinggi perlu terus diperkuat agar semakin profesional dan responsif terhadap perubahan.

Pada kesempatan tersebut, Kemdiktisaintek juga menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perguruan tinggi periode sebelumnya, atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan institusi masing-masing. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari fondasi bagi keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui pelantikan ini, Kemdiktisaintek mendorong para pejabat dan pimpinan perguruan tinggi untuk menjalankan amanah dengan integritas, inovasi, dan orientasi pelayanan publik. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang unggul, inklusif, serta berdampak bagi Indonesia. (*)

Editor : Agus Pramono
bhayu rhama Rektor UPR