PALANGKA RAYA - Poltekkes Kemenkes Palangka Raya memelaksanakan Yudisium Program Studi Diploma III Gizi serta Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Tahun 2026 pada Senin (5/10/2027). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran dan memenuhi persyaratan akademik untuk ditetapkan dalam yudisium.
Pada yudisium tahun 2026, sebanyak 77 mahasiswa Jurusan Gizi dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti yudisium. Jumlah tersebut terdiri atas 39 mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi Angkatan XXIV, 30 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas Reguler Angkatan IX, serta 8 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas RPL (Transfer SKS) Angkatan IV.
Momentum yudisium ini tidak hanya menjadi penanda selesainya tahapan pendidikan, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat dan dunia kerja. Hal tersebut sejalan dengan pentingnya ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dalam mendukung pembangunan kesehatan.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Dr. Agus Wijanarka, S.SiT., M.Kes., menyampaikan bahwa sumber daya manusia kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya terus berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Kami ingin menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, berdaya saing dan diterima di masyarakat dan dunia kerja,” ujarnya.
Pesan tersebut semakin diperkuat oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh dr. Riskanta Manik, MKM. Ia menegaskan bahwa tenaga gizi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat.
“Ahli gizi memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan pembangunan kesehatan. Kita mengalami berbagai masalah kesehatan seperti stunting, anemia pada remaja putri dan ibu hamil. Semua itu hanya dapat diatasi oleh tenaga gizi yang kompeten,” ujar dr. Riskanta Manik, MKM.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi para lulusan untuk tidak berhenti mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran, para lulusan diharapkan mampu berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah.
Yudisium Jurusan Gizi tahun 2026 mencakup tiga kelompok pendidikan, yaitu Program Studi Diploma III Gizi, Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas Reguler, serta Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas RPL.
Dari capaian akademik, Program Studi Diploma III Gizi terdiri atas 39 mahasiswa dengan IPK tertinggi 3,89. Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas Reguler terdiri atas 30 mahasiswa dengan IPK tertinggi 3,97, sedangkan Kelas RPL terdiri atas 8 mahasiswa dengan IPK tertinggi 3,79.
Melalui momentum yudisium ini, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya berharap para lulusan Jurusan Gizi dapat terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi profesionalisme, serta mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(*)
Editor : Ayu Oktaviana