PALANGKA RAYA–Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mencatat langkah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kalteng.
Kampus akreditasi unggul tersebut menerima mahasiswa internasional dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di Palangka Raya.
Baca Juga: LPH UIN Palangka Raya Raih Rekomendasi Jadi LPH Utama, Siap Menjangkau Dunia
Sebanyak 16 mahasiswa internasional dijadwalkan mengikuti pendidikan di UIN Palangka Raya. Penyambutan perdana, diawali dengan enam mahasiswa yang tiba lebih dahulu dan menerima prosesi sambutan di Aula Hasupa Hasunda Lantai III UIN Palangka Raya, Rabu (7/10/2026). Sementara mahasiswa lainnya masih dalam proses perjalanan dan dijadwalkan menyusul.
Rektor UIN Palangka Raya melalui Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Palangka Raya Prof Dr H Syaikhu mengatakan, 16 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa dari sejumlah negara. Kedatangan mereka dilakukan secara bertahap dan ditargetkan seluruhnya tiba pada 17 Oktober mendatang.
“Jumlahnya kalau tidak salah itu ada 16 orang. Ini kan kloter pertama. Insyaallah nanti semua datang tanggal 17 Oktober di bulan ini,” kata Syaikhu.
Enam mahasiswa yang telah tiba berasal dari Pakistan, Afghanistan, Kamboja, Myanmar dan Filipina. Mereka mengambil sejumlah program studi di berbagai fakultas.
Yakni Faizan Ullah dari Pakistan yang mengambil Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah. Ahmad Khan Salarzai dari Afghanistan pada Prodi Teknologi Informasi (TI), Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan.
Baca Juga: 520 Peserta Ramaikan Ajang Kreativitas dan Ilmiah UIN Expo 2026
Kemudian Elyas Fatel dari Kamboja pada Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan. Hakim Sokkry dari Kamboja mengambil Prodi Perbankan Syariah (PBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Selanjutnya Han Min Htoo dari Myanmar mengambil Prodi Ekonomi Syariah (ESY), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sementara Brolin R. Chukingna dari Filipina mengambil Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.
Syaikhu menyebut, penerimaan mahasiswa internasional ini menjadi bagian dari keterbukaan UIN Palangka Raya setelah mengalami perubahan status dari IAIN menjadi universitas. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadikan UIN Palangka Raya sebagai kampus pertama di Kalimantan Tengah yang menerima mahasiswa dari luar negeri untuk menempuh pendidikan.
“Iya dan tahun ini kita memang cukup terbuka karena sudah berubah dari IAIN menjadi Universitas, jadi terbuka untuk internasional,” ujarnya.
Keterbukaan tersebut tidak terbatas pada mahasiswa muslim. UIN Palangka Raya memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang agama untuk belajar bersama.
“Sekarang status kita kan sudah university, jadi terbuka untuk semua. Tidak membedakan agama, silakan untuk bisa bersama-sama di sini dalam menimba ilmu,” jelasnya.
Ia menyebut, keberadaan mahasiswa internasional di UIN Palangka Raya juga menunjukkan bahwa kampus tersebut mulai menjadi pilihan pendidikan bagi pelajar dari luar Indonesia. Bahkan, di antara mahasiswa internasional yang diterima terdapat mahasiswa yang bukan beragama Islam.
Baca Juga: Mahasiswa FEBI UINPR Ukir Langkah Baru Lewat Magang di Divisi KNEKS Jakarta
Untuk mendukung mahasiswa asing, UIN Palangka Raya memiliki International Office yang bertugas mengoordinasikan mahasiswa internasional selama mengikuti pendidikan di Palangka Raya.
Syaikhu berharap, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi awal semakin luasnya jaringan pendidikan internasional UIN Palangka Raya. “Harapan kita memang ke depannya semakin banyak peminat di luar negeri. Ini kemauan dia sendiri. Jadi kita tawarkan, dia akan memilih kuliah dan datang ke sini,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, salah satu mahasiswa internasional asal Kamboja, Elyas Fatel, memperkenalkan dirinya kepada jajaran akademika UIN Palangka Raya dan para tamu undangan menggunakan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Aksi tersebut langsung memancing riuh tepuk tangan dan decak kagum dari seisi ruangan.
“Nama saya Elyas Fatel dari Kamboja. Umur saya 21 tahun, saya mengambil jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Terima kasih,” ucapnya singkat. Perkenalan yang ringkas namun disampaikan dengan bahasa Indonesia yang lancar tersebut sukses mencuri perhatian seluruh hadirin.
Menariknya, dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Palangka Raya, Elyas menjadi satu-satunya yang menyampaikan perkenalan dalam bahasa Indonesia.
Keberanian dan kelancarannya itu pun mendapat apresiasi tersendiri dari seluruh civitas akademika yang hadir.
Syaikhu berharap, hehadiran Elyas dan mahasiswa dari berbagai mancanegara lainnya dapat mempererat hubungan kerja sama antarnegara, sekaligus memperkaya nuansa akademik dan keberagaman budaya di lingkungan UIN Palangka Raya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana