Spanyol gagal meraih kemenangan saat menghadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026. Duel berakhir 0-0 dan menciptakan rekor bersejarah lewat Lamine Yamal serta Vozinha.
TIMNAS Spanyol harus puas berbagi satu poin setelah gagal menaklukkan Cape Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.
Bertanding di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Senin (15/6) malam WIB, La Furia Roja dibuat frustrasi oleh pertahanan disiplin Cape Verde yang mampu menjaga skor tetap 0-0 hingga akhir pertandingan.
Meski gagal menang, duel ini tetap menghadirkan catatan sejarah melalui rekor usia antara Lamine Yamal dan kiper veteran Cape Verde, Vozinha.
Spanyol Kesulitan Bongkar Pertahanan Rapat Cape Verde
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan dengan dominasi penguasaan bola.
Tim asuhan Luis de la Fuente mencoba membangun serangan melalui kombinasi cepat di lini tengah dan pergerakan para pemain sayap.
Namun, Cape Verde tampil dengan organisasi pertahanan yang sangat solid.
Setiap upaya Spanyol untuk menembus kotak penalti selalu berhasil dipatahkan oleh barisan belakang lawan.
La Furia Roja beberapa kali mendapatkan peluang emas, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang.
Hingga pertandingan berakhir, Spanyol tidak mampu menemukan celah untuk mencetak gol.
Lamine Yamal dan Vozinha Ukir Rekor Dunia Piala Dunia
Di balik hasil imbang tersebut, laga Spanyol kontra Cape Verde mencatat sejarah baru di ajang Piala Dunia.
Masuknya Lamine Yamal pada babak kedua membuat pertandingan ini menjadi panggung pertemuan dua generasi berbeda.
Saat tampil, pemain muda Barcelona itu berusia 18 tahun 342 hari.
Di sisi lain, gawang Cape Verde dijaga oleh Vozinha yang sudah berusia 40 tahun 22 hari.
Selisih usia keduanya mencapai 21 tahun 45 hari, menjadikannya jarak usia terbesar antara dua pemain yang berada di lapangan dalam sejarah Piala Dunia.
Rekor tersebut melewati catatan sebelumnya yang dibuat pada Piala Dunia 2010 antara David James dan Ryad Boudebouz dengan selisih usia 19 tahun 207 hari.
Cape Verde Ciptakan Momen Spesial di Debut Piala Dunia
Bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu tim favorit juara menjadi pencapaian besar.
Negara yang baru menjalani debut di Piala Dunia itu mampu menunjukkan mentalitas kuat saat menghadapi juara Eropa 2024.
Kiper sekaligus kapten Vozinha menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Cape Verde mencuri satu poin.
Pengalamannya di bawah mistar membantu timnya bertahan dari tekanan panjang yang diberikan Spanyol.
Sementara bagi Spanyol, hasil ini menjadi alarm awal bahwa perjalanan mereka di turnamen tidak akan berjalan mudah.
Spanyol Wajib Bangkit Hadapi Arab Saudi dan Uruguay
Dengan hanya mengoleksi satu poin, Spanyol harus segera memperbaiki performa jika ingin mengamankan tiket ke fase gugur.
Laga berikutnya kontra Arab Saudi akan menjadi kesempatan bagi La Furia Roja untuk memburu kemenangan pertama.
Spanyol dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Minggu (21/6) di Atlanta, Amerika Serikat.
Setelah itu, mereka akan menjalani laga terakhir fase grup melawan Uruguay di Miami pada Jumat (26/6).
Dua pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian penting bagi Spanyol untuk membuktikan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Petrus