Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi tetap bangga meski timnya kalah 0-2 dari Prancis di perempat final Piala Dunia 2026. Ia mengakui keunggulan Les Bleus sekaligus menegaskan Singa Atlas akan bangkit dan menatap Piala Dunia 2030.
PELATIH Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, memilih menatap sisi positif meski langkah Singa Atlas harus terhenti di perempat final Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Prancis.
Menurutnya, para pemain telah berjuang maksimal menghadapi salah satu tim terbaik dunia.
Meski kecewa dengan hasil tersebut, Ouahbi menegaskan Maroko harus menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih kuat menuju Piala Dunia 2030.
Tetap Bangga Meski Gagal ke Semifinal
Maroko kembali harus mengakui keunggulan Prancis di fase gugur Piala Dunia setelah Les Bleus menang 2-0 lewat gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Kekalahan ini sekaligus mengulang kisah empat tahun lalu ketika Prancis juga menghentikan langkah Singa Atlas.
Meski gagal memenuhi ambisi lolos ke semifinal, Mohamed Ouahbi meminta seluruh pemain tetap mengangkat kepala.
Ia menilai skuadnya telah mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang turnamen.
"Kami telah memberikan segalanya.
Para pemain harus tetap bangga karena mereka sudah berjuang hingga batas kemampuan," ujar Ouahbi.
Namun, ia menegaskan rasa bangga saja tidak cukup.
Menurutnya, Maroko harus melakukan evaluasi secara objektif agar mampu berkembang dan tampil lebih kompetitif pada turnamen berikutnya.
Akui Prancis Lebih Berkualitas
Ouahbi juga tidak menutup mata terhadap keunggulan yang dimiliki Prancis sepanjang pertandingan.
Ia menilai Les Bleus tampil dominan sejak menit awal dengan penguasaan bola yang sangat baik serta mampu mengeksploitasi sisi lapangan dan lini tengah.
Pelatih berusia 49 tahun itu mengakui Maroko kesulitan membangun serangan karena transisi permainan tidak berjalan efektif.
Kondisi tersebut membuat para pemainnya lebih banyak bertahan dan kehilangan kreativitas ketika menguasai bola.
Menurutnya, kualitas individu para pemain Prancis menjadi pembeda dalam laga tersebut.
Karena itu, ia menerima kekalahan dengan lapang dada sambil mengakui bahwa lawannya memang pantas melaju ke babak semifinal.
Tatap Piala Dunia 2030 dengan Optimisme
Meski perjalanan Maroko berakhir di perempat final, Ouahbi memastikan timnya tidak akan berhenti berkembang.
Ia menilai pengalaman di Piala Dunia 2026 menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan generasi berikutnya.
Dengan Maroko yang akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal, Ouahbi optimistis Singa Atlas mampu tampil lebih kuat di hadapan pendukung sendiri.
Ia bahkan yakin Maroko memiliki peluang untuk membalas kekalahan dari Prancis apabila kembali bertemu di masa mendatang.
Menurutnya, kerja keras dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar timnya mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.
Menutup pernyataannya, Ouahbi tetap memberikan penghormatan kepada Prancis.
Ia menilai Les Bleus memiliki kualitas lengkap untuk melangkah hingga final dan menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Petrus