Romelu Lukaku berpeluang menjadi pembeda saat Belgia menghadapi Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026. Tiga golnya sebagai pemain pengganti membuat sang striker memburu rekor legendaris Roger Milla.
ROMELU Lukaku kembali menjadi sorotan jelang duel Belgia kontra Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.
Meski bukan pilihan utama di lini depan, striker berusia 33 tahun itu justru tampil mematikan ketika masuk dari bangku cadangan.
Tiga gol yang sudah dicetaknya sebagai supersub membuat Lukaku bukan hanya memburu tiket semifinal bagi Belgia, tetapi juga mengincar rekor legendaris milik Roger Milla yang telah bertahan lebih dari tiga dekade.
Supersub Paling Mematikan Belgia
Romelu Lukaku menunjukkan bahwa status pemain pengganti bukan penghalang untuk menjadi pembeda.
Seluruh tiga gol yang ia cetak di Piala Dunia 2026 lahir setelah masuk dari bangku cadangan.
Gol pertamanya tercipta saat Belgia menghadapi Selandia Baru di fase grup, kemudian ia kembali mencetak gol ke gawang Senegal pada babak 32 besar dan Amerika Serikat di babak 16 besar.
Catatan tersebut membuktikan bahwa Lukaku selalu mampu memberikan dampak instan ketika Belgia membutuhkan perubahan permainan.
Memburu Rekor Roger Milla
Produktivitas Lukaku dari bangku cadangan kini membawanya semakin dekat dengan catatan bersejarah Roger Milla.
Legenda Kamerun itu masih memegang rekor pencetak gol terbanyak sebagai pemain pengganti di Piala Dunia sejak edisi 1990.
Lukaku hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor tersebut.
Duel menghadapi Spanyol pun menjadi kesempatan emas bagi sang penyerang untuk menorehkan namanya dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Ancaman Serius untuk Tembok Kokoh Spanyol
Tantangan terbesar Lukaku kali ini adalah lini belakang Spanyol yang tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026.
La Furia Roja menjadi satu-satunya tim yang belum sekalipun kebobolan hingga mencapai babak perempat final.
Namun, justru di situlah peran Lukaku bisa menjadi pembeda.
Ketika para bek Spanyol mulai kehilangan tenaga pada babak kedua, kehadiran penyerang bertubuh besar itu berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Jika Charles De Ketelaere kesulitan menembus pertahanan lawan, Lukaku bisa menjadi solusi paling efektif bagi Belgia.
Misi Terakhir Sang Generasi Emas
Di usia 33 tahun, Romelu Lukaku masih menjadi bagian penting dari Generasi Emas Belgia yang telah menghiasi sepak bola Eropa selama lebih dari satu dekade.
Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhirnya tampil di ajang terbesar tersebut.
Karena itu, setiap menit yang didapat memiliki arti besar bagi mantan striker Chelsea, Inter Milan, dan Manchester United tersebut.
Membawa Belgia menyingkirkan Spanyol sekaligus memecahkan rekor Roger Milla akan menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan Lukaku di panggung Piala Dunia. (*)
Editor : Petrus