Kutukan Ballon d'Or kembali memakan korban di Piala Dunia 2026. Ousmane Dembele gagal membawa Prancis juara usai disingkirkan Spanyol di semifinal, memperpanjang rekor 70 tahun yang belum pernah terpatahkan.
STATUS sebagai peraih Ballon d'Or aktif ternyata belum tentu menjadi jaminan kesuksesan di panggung Piala Dunia.
Kekalahan Prancis 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 kembali memperpanjang statistik unik yang telah bertahan selama 70 tahun.
Ousmane Dembele gagal mematahkan "kutukan" Ballon d'Or, yakni belum pernah ada pemain yang berstatus pemegang Ballon d'Or aktif mampu menjuarai Piala Dunia pada tahun yang sama sejak penghargaan itu pertama kali diperkenalkan pada 1956.
Kutukan 70 Tahun yang Belum Pernah Terpatahkan
Ballon d'Or merupakan penghargaan individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola.
Namun, di balik prestise tersebut tersimpan catatan yang sulit dijelaskan.
Sejak edisi pertama penghargaan itu diberikan pada 1956, belum pernah ada pemain yang datang ke Piala Dunia sebagai pemegang Ballon d'Or aktif lalu mengangkat trofi juara dunia pada tahun yang sama.
Hingga Piala Dunia 2026, rekor tersebut telah berlangsung selama 70 tahun dan terus bertahan tanpa satu pun pengecualian.
Kegagalan Prancis di semifinal membuat Ousmane Dembele menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar panjang pemain terbaik dunia yang tak mampu mengakhiri kutukan tersebut.
Dembele Jadi Korban Terbaru, Prancis Tersandung di Semifinal
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit juara.
Penampilan Les Bleus sejak fase grup hingga babak gugur juga memperkuat keyakinan bahwa mereka memiliki peluang besar mengangkat trofi.
Namun langkah mereka harus terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari Spanyol di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Dembele gagal mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mampu menyandingkan status Ballon d'Or aktif dengan gelar juara Piala Dunia dalam satu tahun kalender.
Alih-alih menghapus kutukan, winger Prancis itu justru memperpanjang statistik yang telah bertahan selama tujuh dekade.
Deretan Legenda yang Pernah Gagal Menjadi Juara Dunia
Dembele bukanlah satu-satunya pemain hebat yang menjadi korban statistik tersebut.
Sejumlah legenda sepak bola dunia pernah mengalami nasib serupa.
Johan Cruyff gagal membawa Belanda menjadi juara pada Piala Dunia 1974 setelah kalah di final.
Karl-Heinz Rummenigge juga harus puas menjadi runner-up bersama Jerman Barat pada 1982.
Empat belas tahun kemudian, Roberto Baggio gagal mengantarkan Italia juara setelah kalah adu penalti dari Brasil pada final Piala Dunia 1994.
Sementara itu, Ronaldo Nazario yang menyandang status pemain terbaik dunia juga gagal membawa Brasil mempertahankan gelar setelah dikalahkan Prancis pada final Piala Dunia 1998.
Secara keseluruhan, dari 17 edisi Piala Dunia yang melibatkan pemegang Ballon d'Or aktif, hanya lima di antaranya yang mampu mencapai partai final.
Tak satu pun berhasil mengangkat trofi.
Siapa yang Berani Mematahkan Mitos di Piala Dunia 2030?
Kini perhatian mulai mengarah ke Piala Dunia 2030. Apakah kutukan Ballon d'Or akhirnya akan berakhir, atau justru kembali memakan korban berikutnya?
Selama belum ada pemain yang mampu mematahkan rekor tersebut, mitos ini akan terus menjadi salah satu statistik paling unik dalam sejarah sepak bola.
Siapa pun yang menyandang status Ballon d'Or aktif menjelang Piala Dunia 2030 dipastikan akan menghadapi tekanan tambahan.
Selain membawa harapan negaranya menjadi juara dunia, mereka juga akan ditantang untuk mengakhiri kutukan yang telah bertahan selama 70 tahun. (*)
Editor : Petrus