Mimpi Back to Back Argentina Pupus, Spanyol Paksa Albiceleste Turun Takhta

Petrus • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:44 WIB
Timnas Argentina gagal mempertahankan status juara dunia usai takluk 0-1 dari Spanyol di laga final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Minggu (20/7/2026) dini hari WIB. (Sumber: Reuters)
Timnas Argentina gagal mempertahankan status juara dunia usai takluk 0-1 dari Spanyol di laga final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. (Sumber: Reuters)

Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan ini mengakhiri ambisi Lionel Messi dan Lionel Scaloni mencetak sejarah sebagai juara bertahan.

 

PERJALANAN Argentina untuk mempertahankan mahkota Piala Dunia harus berakhir dengan kekecewaan.

Albiceleste takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu memupus harapan Lionel Messi dan kawan-kawan meraih gelar juara dunia secara beruntun sekaligus membuat Argentina gagal menambah bintang keempat di seragam mereka.

 

Ambisi Back to Back Berakhir di Tangan Spanyol

Argentina datang ke final dengan status juara bertahan setelah menjuarai Piala Dunia 2022.

Tim besutan Lionel Scaloni berpeluang mencatat sejarah sebagai negara ketiga yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia setelah Italia (1938) dan Brasil (1962).

Namun, mimpi tersebut kandas di hadapan permainan disiplin dan dominan yang diperagakan Spanyol.

Selama lebih dari dua jam pertandingan, Argentina dipaksa bekerja keras bertahan dan tidak pernah benar-benar mampu mengendalikan jalannya laga.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan impresif Albiceleste sepanjang turnamen yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Inggris di semifinal dan Swiss pada babak perempat final.

 

Messi dan Lini Depan Argentina Kehilangan Taji

Salah satu penyebab utama kegagalan Argentina adalah tumpulnya lini serang.

Lionel Messi dan Julian Alvarez kesulitan menembus rapatnya pertahanan Spanyol yang dikawal Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte.

Pada babak pertama, Argentina bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan.

Penguasaan bola lebih banyak dikuasai Spanyol sehingga Albiceleste dipaksa bermain menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Baru pada menit ke-116 Argentina mampu mencatatkan tembakan pertama melalui Messi.

Sayangnya, peluang tersebut masih membentur pemain bertahan Spanyol sebelum akhirnya peluang Giuliano Simeone juga gagal mengubah keadaan.

Statistik tersebut menjadi gambaran betapa efektifnya strategi Spanyol dalam meredam kreativitas sang juara bertahan.

 

Kartu Merah Enzo Fernandez Jadi Awal Petaka

Harapan Argentina untuk membawa laga ke adu penalti mulai memudar ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua.

Pelanggaran terhadap Pau Cubarsi membuat wasit Slavko Vincic mengusir gelandang Chelsea tersebut.

Sejak saat itu Argentina harus menjalani babak tambahan waktu dengan hanya 10 pemain.

Situasi tersebut dimanfaatkan Spanyol untuk meningkatkan tekanan.

Albiceleste semakin banyak bertahan dan kesulitan keluar dari tekanan yang terus mengalir ke wilayah pertahanan mereka.

Kehilangan satu pemain di momen krusial menjadi pukulan besar yang akhirnya mengubah arah pertandingan.

 

Gol Ferran Torres Akhiri Perjuangan Albiceleste

Perlawanan Argentina akhirnya runtuh pada menit ke-106.

Umpan Nico Williams berhasil diselesaikan Ferran Torres menjadi gol yang memecah kebuntuan sekaligus menjadi pembeda pada laga final.

Setelah tertinggal, Argentina mencoba tampil lebih menyerang meski bermain dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni memasukkan sejumlah pemain segar untuk mengejar ketertinggalan, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Peluit panjang memastikan skor tetap 1-0 untuk Spanyol.

Kekalahan itu membuat Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia sekaligus harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up.

Meski gagal membawa pulang trofi, perjalanan Argentina hingga final tetap menunjukkan konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Namun, pada malam penentuan di MetLife Stadium, dominasi Spanyol menjadi tembok yang tidak mampu ditembus Albiceleste. (*)

Editor : Petrus
back to back pupus albiceleste turun takhta argentina spanyol