Ferran Torres tampil sebagai pahlawan Spanyol setelah mencetak gol tunggal ke gawang Argentina pada babak tambahan waktu final Piala Dunia 2026. Gol tersebut memastikan La Roja merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah.
FERRAN Torres mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Spanyol setelah menjadi penentu kemenangan La Roja di final Piala Dunia 2026.
Penyerang berusia 26 tahun itu mencetak satu-satunya gol pada babak tambahan waktu untuk membawa Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengantarkan Spanyol kembali menjadi raja sepak bola dunia setelah penantian selama 16 tahun.
Masuk Sebagai Pengganti, Torres Jadi Pembeda
Luis de la Fuente menyimpan Ferran Torres di bangku cadangan sejak awal pertandingan.
Ketika kebuntuan tak kunjung terpecahkan hingga pertengahan babak kedua, pelatih Spanyol akhirnya memasukkan Torres menggantikan Mikel Oyarzabal.
Keputusan tersebut terbukti menjadi langkah jitu. Kehadiran Torres memberikan dimensi baru di lini depan Spanyol yang sepanjang laga terus menekan pertahanan Argentina.
Pergerakannya yang agresif membuat lini belakang Albiceleste semakin kesulitan mengimbangi intensitas serangan La Roja hingga akhirnya menghasilkan momen yang menentukan.
Gol Menit 106 Pecahkan Kebuntuan Final
Gol yang ditunggu Spanyol akhirnya lahir pada menit ke-106.
Bermula dari penetrasi Nico Williams di sisi kiri, bola dikirim ke dalam kotak penalti dan disambut Ferran Torres dengan penyelesaian sempurna yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.
Sontak seluruh pemain Spanyol merayakan gol tersebut karena mereka sadar betapa pentingnya momen itu.
Setelah lebih dari 100 menit menemui jalan buntu, satu sentuhan Torres menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sangat ketat.
Gol tersebut juga menjadi buah dari dominasi Spanyol yang terus menggempur pertahanan Argentina sepanjang pertandingan.
Dominasi La Roja Berbuah Manis
Sebelum gol Torres tercipta, Spanyol sudah berkali-kali mengancam gawang Argentina melalui Lamine Yamal, Dani Olmo, Pedri, hingga Nico Williams.
Emiliano Martinez bahkan dipaksa bekerja keras melakukan sejumlah penyelamatan penting.
La Roja terus mengontrol penguasaan bola dan memaksa Argentina bertahan hampir sepanjang pertandingan.
Bahkan hingga 90 menit berakhir, Albiceleste kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Kesabaran Spanyol akhirnya terbayar ketika pertahanan Argentina mulai kehilangan konsentrasi pada babak tambahan waktu, memberi ruang bagi Torres untuk menjadi pahlawan.
Gol Bersejarah yang Antar Spanyol ke Puncak Dunia
Gol Ferran Torres tidak hanya menentukan hasil final, tetapi juga menjadi salah satu gol paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Spanyol.
Berkat gol tersebut, La Roja kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah terakhir kali melakukannya pada edisi 2010.
Keberhasilan ini sekaligus mempertahankan rekor sempurna Spanyol di final Piala Dunia.
Dari dua kesempatan tampil di partai puncak, mereka selalu berhasil keluar sebagai juara.
Sementara bagi Ferran Torres, gol ke gawang Argentina akan selalu dikenang sebagai momen terbesar dalam kariernya.
Di tengah pertandingan yang nyaris berakhir tanpa gol, ia muncul sebagai sosok penentu yang membawa Spanyol kembali duduk di singgasana sepak bola dunia. (*)
Editor : Petrus