Messi Kehabisan Magis, Argentina Gagal Pertahankan Mahkota Dunia

Petrus • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB
Megabintang sepak bola Lionel Messi akhirnya gagal mempertahankan gelar juara dunia Bersama Argentina usai takluk 0-1 dari Spanyol di laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. (Sumber: Reuters)
Megabintang sepak bola Lionel Messi akhirnya gagal mempertahankan gelar juara dunia Bersama Argentina usai takluk 0-1 dari Spanyol di laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. (Sumber: Reuters)

Lionel Messi gagal membawa Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol di partai final. La Pulga kesulitan menembus pertahanan La Roja hingga Albiceleste harus puas menjadi runner-up.

 

MIMPI Lionel Messi mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia dengan mempertahankan gelar juara harus kandas di partai final.

Argentina menyerah 0-1 dari Spanyol setelah gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut membuat Messi gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia kedua dalam kariernya sekaligus mengubur ambisi Albiceleste mencetak sejarah sebagai juara bertahan.

 

Messi Tak Mampu Ulangi Magis 2022

Lionel Messi kembali menjadi tumpuan Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.

Kapten Albiceleste itu membawa timnya melaju hingga partai final dengan sejumlah penampilan gemilang yang menghidupkan harapan mempertahankan gelar.

Namun, di laga penentuan, magis Messi tak kembali muncul.

Spanyol mampu membatasi ruang geraknya sehingga sang kapten kesulitan mengalirkan permainan maupun menciptakan peluang berbahaya.

Final yang diharapkan menjadi panggung kejayaan Messi justru berubah menjadi malam yang penuh kekecewaan bagi sang megabintang.

 

Tembok Kokoh Spanyol Redam Sang Kapten

Sejak menit pertama, Messi mendapat penjagaan ketat dari lini belakang Spanyol.

Duet Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil disiplin, sementara Rodri dan Fabian Ruiz rajin memutus aliran bola ke lini depan Argentina.

Akibatnya, Messi lebih sering turun ke tengah untuk menjemput bola dibanding berada di area berbahaya.

Julian Alvarez yang menjadi tandemnya pun ikut kehilangan suplai umpan.

Statistik pertandingan menggambarkan betapa sulitnya Argentina membangun serangan.

Hingga babak pertama usai, Albiceleste bahkan belum mampu melepaskan satu tembakan ke arah gawang Unai Simon.

 

Harapan Memudar Setelah Bermain dengan 10 Pemain

Situasi Argentina semakin rumit ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua.

Bermain dengan 10 orang membuat tim asuhan Lionel Scaloni semakin tertekan menghadapi dominasi Spanyol.

Messi berusaha mengambil peran lebih besar dengan turun membantu membangun serangan.

Namun, minimnya dukungan dan keunggulan jumlah pemain yang dimiliki Spanyol membuat Argentina lebih banyak bertahan sepanjang babak tambahan waktu.

Tekanan tanpa henti dari La Roja akhirnya berbuah gol Ferran Torres pada menit ke-106 yang menjadi pukulan telak bagi ambisi Albiceleste.

 

Akhir Perjuangan, Mimpi Juara Kembali Sirna

Setelah tertinggal, Messi berusaha memimpin kebangkitan Argentina.

Ia akhirnya mencatatkan tembakan pertama timnya pada menit ke-116, tetapi bola masih membentur pemain bertahan Spanyol.

Peluang lain melalui Giuliano Simeone juga gagal mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Spanyol.

Bagi Messi, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.

Ia gagal membawa Argentina mempertahankan gelar sekaligus menambah koleksi trofi Piala Dunia.

Meski demikian, perjalanan Albiceleste hingga partai final tetap menjadi bukti bahwa mereka masih termasuk kekuatan utama sepak bola dunia, meski kali ini harus mengakui keunggulan generasi emas Spanyol. (*)

Editor : Petrus
kehabisan magis argentina gagal mahkota dunia messi pertahankan