Kylian Mbappe sukses meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 usai mencetak 10 gol. Meski gagal membawa Prancis ke final, sang kapten tetap menjadi top skor turnamen.
KYLIAN Mbappe kembali membuktikan dirinya sebagai predator paling mematikan di panggung sepak bola dunia.
Penyerang Timnas Prancis itu sukses menyabet penghargaan adidas Golden Boot atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 setelah menutup turnamen dengan koleksi 10 gol.
Meski Les Bleus gagal melangkah ke final, ketajaman Mbappe tak mampu ditandingi para rivalnya, termasuk Lionel Messi, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Tajam Sejak Fase Grup, Mbappe Sulit Dibendung
Mbappe menjadi aktor utama perjalanan Prancis hingga babak semifinal berkat konsistensinya mencetak gol di hampir setiap fase turnamen.
Ia membuka rekening gol dengan dua gol ke gawang Senegal dan Irak pada fase grup, lalu kembali mencetak brace saat menyingkirkan Swedia di babak 32 besar.
Ketajamannya berlanjut lewat gol penalti ke gawang Paraguay pada babak 16 besar serta satu gol saat Prancis mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final.
Meski gagal mencetak gol ketika Les Bleus disingkirkan Spanyol di semifinal, Mbappe menutup turnamen dengan dua gol ke gawang Inggris pada perebutan tempat ketiga sehingga total koleksinya mencapai 10 gol.
Kalahkan Messi, Amankan Gelar Top Skor
Tambahan dua gol ke gawang Inggris memastikan Mbappe finis sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Ia unggul atas Lionel Messi yang mengakhiri turnamen dengan delapan gol, sementara Jude Bellingham dan Erling Haaland sama-sama mengoleksi tujuh gol.
Keberhasilan tersebut membuat Mbappe mempertahankan gelar Golden Boot yang sebelumnya juga ia raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Prestasi itu sekaligus menegaskan dominasinya sebagai penyerang paling produktif di dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Sepatu Emas Tak Mampu Obati Kekecewaan
Meski membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi bagi seorang penyerang, Mbappe mengaku belum sepenuhnya bahagia.
Baginya, tampil di final dan memperjuangkan trofi Piala Dunia jauh lebih berharga dibanding menjadi pencetak gol terbanyak.
"Saat Anda mencetak banyak gol di Piala Dunia, itu memang membawa Anda ke level yang berbeda.
Tetapi saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak dan bermain di final," ujar Mbappe.
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar sang kapten yang masih menyimpan rasa kecewa setelah langkah Prancis terhenti di semifinal.
Deschamps Sebut Mbappe Kapten Teladan
Pelatih Prancis Didier Deschamps memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Mbappe sepanjang turnamen.
Menurutnya, pemain berusia 27 tahun itu bukan hanya mesin gol, tetapi juga pemimpin yang mampu memberi teladan di dalam maupun luar lapangan.
"Dia adalah pemain yang luar biasa. Dia adalah kapten yang hebat," kata Deschamps.
Dengan tambahan 10 gol di Piala Dunia 2026, Mbappe kini semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pencetak gol tersubur dalam sejarah Piala Dunia.
Setelah menjadi juara dunia pada 2018, meraih Golden Boot 2022, dan kembali menjadi top skor pada 2026, warisan Mbappe di panggung sepak bola dunia kian sulit ditandingi. (*)
Editor : Petrus