KEKALAHAN Timnas Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tidak hanya memupus mimpi Lionel Messi dan rekan-rekannya mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga memicu kerusuhan di jantung ibu kota Buenos Aires.
Ribuan suporter yang memadati kawasan Obelisco untuk menyaksikan laga melalui layar lebar meluapkan kekecewaan setelah Albiceleste tumbang 0-1 di babak perpanjangan waktu.
Situasi yang semula dipenuhi suasana duka berubah menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan hingga polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air.
Obelisco Berubah Mencekam, Polisi Lepaskan Gas Air Mata
Kawasan Obelisco yang menjadi pusat nonton bareng final Piala Dunia 2026 berubah menjadi lokasi kerusuhan beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan.
Ribuan pendukung Argentina yang awalnya meninggalkan lokasi secara tertib mendadak ricuh ketika sekelompok massa mulai melempari petugas keamanan dengan berbagai benda.
Aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dengan menembakkan gas air mata serta mengerahkan meriam air guna membubarkan massa.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga dan suporter yang berlarian menghindari kepulan gas air mata di sepanjang kawasan pusat kota Buenos Aires.
Hingga beberapa jam setelah insiden berlangsung, polisi masih berjaga di sejumlah titik strategis untuk mencegah kerusuhan meluas ke wilayah lain.
Messi Cs Gagal Pertahankan Gelar, Kekecewaan Suporter Memuncak
Kekalahan dari Spanyol menjadi pukulan telak bagi publik Argentina yang berharap Lionel Messi mampu mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Sepanjang pertandingan, Albiceleste kesulitan mengembangkan permainan.
Spanyol tampil lebih dominan dengan menciptakan banyak peluang, sementara Argentina bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama waktu normal.
Harapan membawa pertandingan ke adu penalti sirna setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada babak extra time.
Gol tersebut memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus merebut gelar juara dunia 2026.
Final Memanas, Paredes Diusir Wasit usai Bentrok dengan Pemain Spanyol
Atmosfer panas tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
Seusai peluit panjang, para pemain kedua tim terlibat adu mulut yang berkembang menjadi konfrontasi di tengah lapangan.
Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi salah satu pemain yang paling emosional.
Ia terlibat perselisihan dengan bek Spanyol, Eric García, hingga akhirnya wasit mengeluarkan kartu merah.
Insiden tersebut semakin menambah kekecewaan kubu Argentina setelah sebelumnya Enzo Fernández juga diusir wasit menjelang berakhirnya waktu normal, membuat Albiceleste harus bermain dengan 10 pemain pada babak tambahan.
Scaloni Serukan Sportivitas, Milei Tetapkan Libur Nasional
Di tengah suasana penuh emosi, pelatih Argentina Lionel Scaloni meminta seluruh pemain dan pendukung menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Ia menegaskan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari sepak bola, sehingga semua pihak harus tetap menjaga sportivitas.
Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei mengumumkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan Tim Tango yang sukses mencapai final Piala Dunia 2026 meski gagal mempertahankan gelar.
Di sisi lain, aparat keamanan tetap meningkatkan pengamanan di sejumlah titik di Buenos Aires hingga situasi benar-benar kondusif.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan pascakerusuhan sambil menunggu laporan resmi mengenai jumlah korban maupun orang yang diamankan dalam bentrokan tersebut. (*)
Editor : Petrus