Scaloni Angkat Bicara soal Spanduk Malvinas, Akui Belum Tahu Ancaman Sanksi FIFA

Petrus • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:54 WIB
Lionel Scaloni mengaku tidak mengetahui insiden spanduk Malvinas yang dibentangkan pemain Argentina usai semifinal melawan Inggris. Pelatih Albiceleste juga belum mendapat informasi dari FIFA terkait kemungkinan sanksi. (Sumber: Instagram/@afaseleccion)
Lionel Scaloni mengaku tidak mengetahui insiden spanduk Malvinas yang dibentangkan pemain Argentina usai semifinal melawan Inggris. Pelatih Albiceleste juga belum mendapat informasi dari FIFA terkait kemungkinan sanksi. (Sumber: Instagram/@afaseleccion)

PELATIH Timnas Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya buka suara mengenai kontroversi spanduk bertuliskan "Malvinas milik Argentina" yang dibentangkan para pemain usai kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.

Namun, Scaloni mengaku tidak mengetahui detail insiden tersebut dan belum menerima informasi apa pun dari FIFA terkait penyelidikan maupun potensi sanksi yang mengancam Albiceleste.

 

Scaloni Mengaku Tidak Tahu Soal Spanduk Malvinas

Kontroversi spanduk Malvinas masih menjadi sorotan setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

Aksi para pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Malvinas milik Argentina" usai mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal kini tengah diselidiki FIFA.

Meski menjadi pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai insiden tersebut.

Ia juga mengatakan belum ada pihak yang memberikan penjelasan ataupun pemberitahuan resmi mengenai kasus itu.

"Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahui apa pun.

Saya tidak tahu apakah sesuatu akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang memberi tahu kami apa pun.

Kita akan mencari tahu apakah ada sesuatu yang perlu diketahui," ujar Scaloni seperti dikutip dari Diario AS.

 

FIFA Masih Selidiki Dugaan Pelanggaran

Hingga kini FIFA belum mengumumkan hasil investigasi terhadap tindakan para pemain Argentina.

Badan sepak bola dunia itu tengah menelaah apakah aksi membentangkan spanduk tersebut melanggar regulasi yang berlaku selama turnamen.

Dalam Pasal 34.3 regulasi Piala Dunia, seluruh peserta dilarang menampilkan pesan, slogan, maupun simbol yang bermuatan politik sebelum, selama, ataupun setelah pertandingan.

Jika terbukti melanggar, Argentina berpotensi menghadapi sanksi disiplin.

 

Spanduk Malvinas Picu Polemik

Spanduk yang dibentangkan pemain Argentina merujuk pada Kepulauan Malvinas atau Falkland, wilayah yang sejak lama menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris.

Argentina tetap mengklaim kepulauan tersebut sebagai bagian dari wilayahnya sejak konflik bersenjata pada 1982.

Di sisi lain, Inggris masih menguasai Falkland, sementara referendum pada 2013 menunjukkan mayoritas penduduk setempat memilih tetap berada di bawah pemerintahan Inggris.

Karena menyangkut sengketa kedaulatan yang belum selesai, isu Malvinas dianggap sebagai persoalan politik yang sensitif di panggung internasional.

 

Argentina Masih Menunggu Kepastian FIFA

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kubu Argentina memilih menunggu keputusan resmi FIFA.

Scaloni menegaskan dirinya belum memperoleh informasi apa pun mengenai kemungkinan hukuman terhadap timnya.

Pelatih berusia 48 tahun itu baru kembali ke Argentina setelah Albiceleste gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan langkah Argentina terhenti sebagai runner-up, sementara polemik spanduk Malvinas masih menyisakan tanda tanya mengenai konsekuensi yang akan diterima tim tersebut. (*)

Editor : Petrus
angkat bicara spanduk malvinas akui belum tahu ancaman sanksi fifa Scaloni