Ada lima nama menteri terdampak pada reshuffle kabinet hari ini.
Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan. Belum diketahui siapa penggantinya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Sadewa. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan oleh Mukhtarudin.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan Ferry Juliantono, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang belum dilantik penggantinya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, calon Menpora baru sudah ditetapkan oleh Presiden. Namun, karena alasan teknis, prosesi pelantikan tidak dapat dilakukan bersamaan dengan menteri lainnya.
“Berkenaan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga kebetulan posisi sedang di luar kota,” kata Prasetyo.
Selain itu, ada penambahan kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah yang juga akan dilantik hari ini.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Menurut pakar politik dari Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago, reshuffle kabinet tersebut merupakan warning bagi menteri dan pejabat lainnya. Mereka tidak boleh lagi menyepelekan suara rakyat.
”Jadi, ini pembelajaran politik bagi menteri-menteri, supaya jangan main-main lagi. Kan presiden mengingatkan, jangankan menteri saya pun bisa diganti. Nah itu artinya, memang sudah waktunya pejabat ini, menteri-menteri ini, untuk betul-betul berhati-hati begitu,” kata dia.(ram)