JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Koordinator Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) yang sebelumnya diisi oleh Budi Gunawan.
Jabatan yang sempet kosong beberapa hari ini akhirnya diisi oleh Letjen (Purn) TNI Djamari Chaniago. Dia merupakan purnawirawan TNI AD dan juga politikus Partai Gerindra.
Djamari Chaniago kepada awak media mengatakan sebelum menerima tawaran menjadi Menko Polkam, beliau mengutarakan pernyataan menyentuh Presiden ke pada dirinya.
Prabowo mengajak untuk menggunakan sisa umur untuk mengabdi bangsa dan negara. Usia dirinya sendiri kini menginjak usia 77 tahun.
“Mari kita perbaiki bersama-sama, kita gunakan sisa umur kita mengabdi kepada bangsa dan negara (Indonesia, red),”ujar Chaniago menirukan perintah Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra buka suara mengenai pergantian jabatan Menko Polkam yang dijabat Djamari Chaniago.
Yusril menyebut Djamari merupakan sosok yang bagus dan berintegritas. "Pak Djamari saya kenal dulu Pangkostrad, tapi sudah lama tidak bertemu beliau. Ya kalau beliau jadi itu bagus ya, orang yang berintegritas cukup tinggi," ucap Yusril.
Djamari dan Prabowo adalah bestie alias memiliki ikatan emosional saat berdinas di TNI AD. Karena itu, pensiunan jenderal bintang tiga tersebut pernah aktif di Partai Gerindra. Djamari pernah menjabat Pangkostrad, Wakil KSAD, dan pensiun sebagai Kasum TNI.
Ketika Prabowo dicopot sebagai Pangkostrad oleh Presiden BJ Habibie medio Mei 1998, penggantinya adalah Letjen Johnny Lumintang yang saat itu merupakan pilihan Panglima ABRI Jenderal Wiranto.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana