PULANG PISAU – Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 yang dirangkai dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Kabupaten Pulang Pisau menjadi momentum refleksi bersama. Wakil Bupati Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta menegaskan, Hardiknas bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Saat memimpin upacara di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Senin (27/4/2026), ia mengingatkan pentingnya mengevaluasi capaian pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Perayaan Hardiknas 2026, Wamendikdasmen Bakal Kunjungi Kalteng, Berikut Daerah dan Agendanya
“Hardiknas adalah momentum untuk merefleksikan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, sekaligus menilai sejauh mana upaya kita memajukan kualitas SDM, khususnya di Pulang Pisau,” ujar Jayadikarta.
Mewakili Bupati H Ahmad Rifa’i sebagai inspektur upacara, Jayadikarta menyoroti tantangan pendidikan yang kian kompleks.
Menurut dia, dunia pendidikan kini tidak hanya berkutat pada literasi dasar, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, penguatan karakter, serta kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pemkab Pulang Pisau, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung program nasional Merdeka Belajar yang kini memasuki fase kematangan. Peran guru dan tenaga kependidikan dinilai sangat vital sebagai ujung tombak transformasi pendidikan.
“Saya mengapresiasi dedikasi para guru. Teruslah berinovasi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menginspirasi peserta didik,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga memberi pesan kepada para pelajar di Bumi Handep Hapakat agar memanfaatkan setiap kesempatan belajar dengan maksimal. Generasi muda diminta tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, kritis, dan memiliki empati sosial tinggi.
Baca Juga: Makna dan Link Download Logo Hari Pendidikan Nasional 2026
“Masa depan Pulang Pisau bergantung pada apa yang kalian pelajari hari ini,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Jayadikarta berharap semangat otonomi daerah mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pemerintahan dan pendidikan.
Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci kemajuan daerah.
“Momentum ini harus kita jadikan penguat untuk terus bekerja keras, berinovasi, dan bersinergi demi kemajuan Pulang Pisau,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana