Nama Julián Álvarez sempat disebut sebagai kandidat kuat, apalagi performanya bersama Atlético de Madrid terus mengilap. Namun, belakangan ini, fokus Barca mulai bergeser ke nama yang jauh lebih besar: Erling Haaland.
Striker Norwegia milik Manchester City ini memang belum tampil seimpresif musim debutnya di Premier League, namun kualitasnya sebagai pencetak gol kelas dunia tak bisa disangkal. Meski baru memperpanjang kontrak hingga 2034, Barca melihat peluang terutama jika City gagal kembali mendominasi di level tertinggi.
Presiden Joan Laporta bersama direktur olahraga Deco sedang menyiapkan rencana keuangan jangka panjang yang memungkinkan mereka untuk melakukan pembelian besar di musim panas 2026. Kepergian Lewandowski akan membebaskan slot gaji signifikan, dan jika beberapa penjualan besar terealisasi, transfer Haaland bisa menjadi kenyataan.
Lebih menarik lagi, Haaland diyakini memiliki klausul khusus dalam kontraknya yang memungkinkan dia hengkang jika syarat tertentu terpenuhi. Inilah yang membuat Barcelona tidak menutup pintu meski operasi ini akan sangat sulit.
Bagi Flick, Haaland adalah sosok ideal untuk memimpin proyek jangka panjang klub:
Usia muda, yang berarti investasi jangka panjang, produktivitas tinggi, dengan catatan gol yang luar biasa di usia muda, fisik dan mentalitas, cocok untuk menghadapi tekanan di La Liga dan Eropa
Flick, pelatih saat ini, mungkin lebih tertarik pada fleksibilitas Julián Álvarez, tetapi para petinggi klub tahu bahwa untuk membangun kembali dominasi Eropa, mereka butuh striker kaliber Haaland.
Musim panas 2026 akan menjadi momen krusial bagi Barcelona. Apakah mereka bisa mengamankan tanda tangan Haaland atau harus mencari opsi lain? Semuanya tergantung pada performa City, kondisi finansial Barca, dan tentu saja, keinginan sang striker. (*cha)