VINICIUS Junior kembali menjadi pembeda bagi Real Madrid. Satu gol sensasionalnya memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Benfica pada leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Selasa malam waktu setempat.
Namun, kemenangan penting itu ternoda insiden dugaan pelecehan rasis yang memicu penghentian laga selama lebih dari 10 menit.
Gol indah Vinicius pada awal babak kedua seharusnya menjadi sorotan utama pertandingan.
Tendangan melengkungnya ke sudut atas gawang tak mampu dijangkau Anatoliy Trubin, memberi Los Blancos keunggulan berharga jelang leg kedua di Santiago Bernabeu.
Tetapi selebrasi sang winger justru memicu ketegangan yang berujung pada aktivasi protokol anti-rasisme UEFA.
Di tengah atmosfer panas Lisbon, Real Madrid menunjukkan kematangan dan ketangguhan yang berbeda dibanding pertemuan sebelumnya.
Tim asuhan Alvaro Arbeloa sukses membalas kekalahan dramatis 2-4 dari Benfica di fase liga dan kini berada di posisi lebih menguntungkan untuk melaju ke babak berikutnya.
Gol Sensasional Vinicius Bawa Madrid Unggul
Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50. Dari sisi kiri kotak penalti, ia melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut atas gawang Anatoliy Trubin.
Gol tersebut menegaskan kebangkitan performanya sejak kedatangan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih menggantikan Xabi Alonso pada Januari lalu.
Sebelumnya, Madrid juga mendapatkan beberapa peluang emas melalui Kylian Mbappe dan Arda Guler, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Real Madrid sebelum menjamu Benfica di leg kedua pekan depan.
Protokol Rasisme Hentikan Pertandingan
Selebrasi Vinicius di depan pendukung tuan rumah memicu perdebatan dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Situasi memanas ketika Vinicius melaporkan kepada wasit Prancis, Francois Letexier, bahwa ia dipanggil “mono” — istilah bahasa Spanyol yang berarti monyet.
Gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni, mengungkapkan bahwa Vinicius menyampaikan tudingan tersebut kepada rekan-rekannya.
Letexier kemudian mengaktifkan protokol rasisme, membuat pertandingan dihentikan selama lebih dari 10 menit.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan diskriminasi di sepak bola Eropa.
Arbeloa menegaskan bahwa rasisme harus dihilangkan dari permainan karena akan membuat situasi semakin rumit jika para pemain sendiri tidak menghentikannya.
Mourinho Diusir, Absen di Bernabeu
Laga panas tersebut juga memakan korban di sisi bangku cadangan. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menerima kartu merah pada menit ke-85 akibat protes berlebihan kepada wasit.
Akibatnya, Mourinho dipastikan absen pada leg kedua di Santiago Bernabeu Stadium, stadion yang pernah menjadi rumahnya saat melatih Real Madrid pada periode 2010–2013.
Ia bahkan sempat meminta kartu kuning kedua untuk Vinicius sebelum akhirnya diusir.
Absennya Mourinho bisa menjadi kerugian besar bagi Benfica dalam upaya membalikkan keadaan di markas sang juara 15 kali Liga Champions tersebut.
Madrid Lebih Kokoh, Mbappe Kembali
Berbeda dengan kekalahan 2-4 di fase liga, Madrid tampil lebih solid dalam pertandingan ini.
Kembalinya Kylian Mbappe setelah absen karena masalah lutut memberi dimensi tambahan pada lini serang Los Blancos.
Kiper Thibaut Courtois juga tampil sigap dengan menggagalkan peluang jarak jauh Fredrik Aursnes, menjaga keunggulan timnya hingga peluit akhir.
Kini, Madrid hanya membutuhkan hasil imbang di Bernabeu untuk memastikan langkah ke babak berikutnya.
Namun dengan tensi tinggi dan kontroversi yang sudah tercipta, leg kedua dipastikan kembali berlangsung panas. (psn/net)
Editor : Petrus