PENUNJUKAN Jesús Casas sebagai pelatih kepala baru Lion City Sailors menjadi salah satu langkah paling ambisius klub Singapura tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Sosok yang dikenal sebagai “penakluk” Timnas Indonesia ini kini dipercaya memimpin proyek jangka panjang hingga musim 2027/2028, dengan target mempertahankan dominasi domestik dan menembus level tertinggi kompetisi Asia.
Keputusan Sailors merekrut pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun itu bukan tanpa alasan.
Casas datang dengan reputasi kuat setelah sukses bersama Timnas Irak, serta pengalaman bekerja di lingkungan elite Eropa.
Kini, tantangan baru menantinya: mengubah klub Singapura tersebut menjadi kekuatan regional yang konsisten dan disegani.
Rekam Jejak Casas: Sosok yang Pernah Menjatuhkan Indonesia
Nama Jesús Casas sangat familiar bagi publik Indonesia. Saat masih menangani Irak, ia dua kali mengalahkan skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Irak di bawah arahannya menang 5-1 atas Indonesia di Basra International Stadium pada November 2025.
Sebelumnya, mereka juga menang 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Juni 2024, saat Indonesia masih dilatih Shin Tae-yong.
Secara keseluruhan, Casas memimpin Irak dalam 33 pertandingan dengan catatan 20 kemenangan, empat hasil imbang, dan sembilan kekalahan.
Ia juga membawa Irak menjuarai Arabian Gulf Cup 2023 serta tampil kompetitif di Piala Asia.
Meski sukses, posisinya akhirnya digantikan oleh Graham Arnold, membuka jalan bagi tantangan baru di level klub.
Ambisi Besar Lion City Sailors di Bawah Kepemimpinan Baru
Penunjukan Casas menandai era baru bagi Lion City Sailors setelah berpisah dengan Aleksandar Ranković.
Meski Ranković sempat mempersembahkan trofi domestik, performa klub di Asia mengalami penurunan, termasuk kegagalan lolos dari fase grup AFC Champions League Two.
Padahal, musim sebelumnya Sailors berhasil mencapai final sebelum kalah dari Sharjah FC, menunjukkan potensi besar klub tersebut di level kontinental.
Saat ini, Sailors memimpin klasemen Singapore Premier League dengan 31 poin dari 11 pertandingan, unggul tujuh poin atas Tampines Rovers.
Casas diharapkan mampu menjaga momentum tersebut sekaligus membawa klub kembali berjaya di Asia.
Debutnya dijadwalkan pada 28 Februari menghadapi Albirex Niigata Singapore, yang akan menjadi ujian awal bagi era barunya.
Pengalaman Elite: Dari Timnas Spanyol hingga Barcelona
Karier Casas tidak lepas dari pengalaman bekerja dengan klub dan pelatih elite dunia.
Ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Spanyol di bawah arahan Luis Enrique, bekerja dengan pemain-pemain top seperti Sergio Ramos, Sergio Busquets, dan Rodri.
Selain itu, ia juga pernah menjadi staf pelatih di Watford FC serta bagian dari tim scouting di FC Barcelona**, salah satu akademi terbaik dunia.
Pengalaman ini membentuk filosofi sepak bola Casas yang menekankan penguasaan bola, organisasi taktik yang disiplin, serta permainan menyerang progresif.
Sempat Dikaitkan dengan Timnas Indonesia
Menariknya, Casas sempat dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Indonesia setelah era Patrick Kluivert berakhir. Namun, PSSI akhirnya menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru pada awal 2026.
Kini, alih-alih ke Indonesia, Casas justru memilih proyek klub bersama Lion City Sailors—sebuah keputusan yang bisa mengubah peta persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Misi Baru: Mengangkat Sailors ke Level Asia
Dengan kontrak hingga 2028, Casas diberi mandat jelas: mempertahankan dominasi domestik dan membawa Sailors kembali bersaing di level Asia.
Reputasinya sebagai pelatih yang mampu membangun tim kompetitif dalam waktu relatif singkat menjadi alasan utama optimisme klub.
Jika berhasil, Lion City Sailors berpotensi menjadi kekuatan baru Asia Tenggara—dan Jesús Casas bisa kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di kawasan ini. (psn/net)
Editor : Petrus