BARCELONA menghadapi ujian yang bisa menentukan arah musim mereka saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA.
Kekalahan 0-2 di Camp Nou membuat Blaugrana kini berada di ujung tanduk dan membutuhkan comeback sempurna demi menjaga asa lolos ke semifinal.
Tekanan besar jelas mengiringi langkah tim asuhan Xavi Hernandez.
Bermain di Wanda Metropolitano yang dikenal angker bagi tim tamu, Barcelona harus tampil nyaris tanpa cela jika ingin membalikkan keadaan.
Sementara itu, Atletico berada dalam posisi ideal untuk mengunci tiket lolos di depan pendukung sendiri.
Rekor Kandang Atletico: Tembok Sulit Ditembus
Atletico Madrid datang dengan modal yang sangat kuat, terutama saat bermain di kandang.
Tim racikan Diego Simeone dikenal memiliki mental baja dalam laga-laga besar.
Dalam sejarah fase gugur Liga Champions, Atletico nyaris tak tersentuh di kandang.
Mereka belum pernah kalah sejak 1997 dalam pertandingan knockout di Wanda Metropolitano.
Bahkan, rekor tak terkalahkan melawan klub Spanyol di kompetisi UEFA juga semakin mempertegas dominasi mereka.
Kutukan Barcelona Saat Kalah di Leg Pertama
Di sisi lain, FC Barcelona dibayangi statistik yang kurang bersahabat.
Dalam enam kesempatan sebelumnya ketika kalah di kandang pada leg pertama, Blaugrana selalu gagal lolos.
Catatan tandang mereka melawan klub Spanyol di Eropa juga jauh dari meyakinkan.
Hanya satu kemenangan dari 11 laga menjadi sinyal bahaya bagi Barcelona yang kini dituntut mencetak minimal dua gol tanpa balas.
Dominasi Atletico dalam Duel Head-to-Head Eropa
Menariknya, setiap pertemuan antara Atletico dan Barcelona di Liga Champions selalu terjadi di babak perempat final.
Dan hasilnya? Atletico selalu keluar sebagai pemenang.
Pada musim 2013/2014 dan 2015/2016, Los Rojiblancos sukses menyingkirkan Barcelona.
Fakta ini tentu menjadi suntikan kepercayaan diri tambahan bagi tuan rumah jelang laga krusial ini.
Ketajaman Julian Alvarez Jadi Senjata Utama
Salah satu kunci kekuatan Atletico musim ini ada pada performa impresif Julian Alvarez.
Striker asal Argentina tersebut tampil luar biasa di Liga Champions.
Alvarez telah terlibat dalam 20 gol dari 18 pertandingan terakhirnya di kompetisi ini.
Dengan sembilan gol musim ini, ia menjadi mesin gol utama yang siap kembali mengancam lini belakang Barcelona.
Peluang Remontada: Tipis Tapi Masih Ada
Sejarah memang tidak berpihak pada Barcelona.
Hanya satu tim yang pernah berhasil membalikkan kekalahan dua gol di kandang pada leg pertama, yakni Manchester United saat melawan Paris Saint-Germain pada musim 2018/2019.
Meski peluang terlihat kecil, Barcelona tetap memiliki harapan.
Dengan kualitas pemain dan pengalaman di kompetisi besar, segala kemungkinan masih bisa terjadi jika mereka mampu mencetak gol cepat dan menjaga konsistensi sepanjang laga.
Laga Sarat Tekanan dan Emosi
Pertandingan ini dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Atletico akan bermain lebih disiplin dan menunggu celah, sementara Barcelona dipaksa tampil menyerang total.
Satu gol bisa mengubah segalanya. Dan di panggung sebesar Liga Champions, drama selalu punya tempatnya sendiri. (psn/net)
Editor : Petrus