KLUB raksasa Arab Saudi, Al Ahli, kembali menunjukkan mental juara mereka di panggung Asia.
Dalam laga penuh tensi tinggi, sang juara bertahan sukses membalikkan keadaan dan menyingkirkan wakil Jepang, Vissel Kobe, dengan skor dramatis 2-1 pada semifinal AFC Champions League (ACL) Elite 2025-2026, Senin (20/4/2026) malam WIB.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Jeddah, Al Ahli sempat dibuat tertekan sejak awal.
Namun, ketangguhan mental, kualitas individu, dan pengalaman di level tertinggi menjadi pembeda yang membawa mereka melangkah mantap ke partai final.
Comeback Dramatis Sang Juara Bertahan
Al Ahli sempat berada dalam situasi sulit setelah Vissel Kobe unggul lebih dulu pada menit ke-30.
Skema serangan rapi dari tim Jepang dituntaskan oleh Yoshinori Muto setelah memanfaatkan bola dari Yuya Osako.
Tertinggal satu gol membuat tuan rumah meningkatkan intensitas permainan.
Meski sempat kesulitan menembus pertahanan disiplin lawan, Al Ahli akhirnya bangkit di babak kedua dengan performa yang jauh lebih agresif.
Gol Spektakuler Galeno Jadi Titik Balik
Momentum kebangkitan Al Ahli dimulai dari aksi brilian Galeno.
Winger lincah tersebut mencetak gol penyeimbang lewat tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok atas gawang.
Gol ini tak hanya mengubah skor, tetapi juga mengangkat moral tim secara signifikan.
Stadion pun bergemuruh, memberi energi tambahan bagi para pemain untuk terus menekan.
Ivan Toney Jadi Pahlawan Kemenangan
Tak butuh waktu lama setelah gol penyama, Al Ahli berhasil membalikkan keadaan.
Umpan silang Galeno yang gagal diantisipasi sempurna kiper Daiya Maekawa dimanfaatkan dengan dingin oleh Ivan Toney.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengantarkan Al Ahli ke final.
Toney pun mengungkapkan rasa bangganya bisa memikul tanggung jawab besar sebagai ujung tombak tim dalam momen krusial.
Vissel Kobe Dominan, Tapi Kurang Tajam
Secara permainan, Vissel Kobe tampil lebih dominan di babak pertama.
Mereka mampu menekan lini belakang Al Ahli dengan pressing tinggi dan distribusi bola cepat.
Namun, kurangnya efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama.
Setelah unggul, mereka gagal menambah gol dan justru kehilangan momentum di babak kedua.
Gol Mahrez Dianulir, Drama Tambahan di Akhir Laga
Menjelang akhir pertandingan, Al Ahli sebenarnya sempat memperlebar keunggulan melalui Riyad Mahrez.
Namun gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Meski begitu, keunggulan 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memastikan langkah Al Ahli ke partai puncak tetap aman.
Final di Depan Mata, Siap Pertahankan Gelar
Kemenangan ini membawa Al Ahli semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar Liga Champions Elite AFC.
Mereka kini menunggu pemenang duel antara Shabab Al Ahli dan Machida Zelvia di partai final yang akan digelar akhir pekan nanti.
Dengan performa seperti ini, Al Ahli jelas bukan sekadar finalis—mereka adalah kandidat kuat untuk kembali mengangkat trofi dan menegaskan dominasi di Asia. (psn/net)
Editor : Petrus