Lazio menang dramatis 2-1 atas Cremonese lewat gol injury time Tijjani Noslin. Hasil ini berdampak besar pada klasemen Serie A, memperburuk posisi tuan rumah di zona degradasi.
LAGA penuh drama tersaji saat Cremonese menjamu Lazio dalam lanjutan Serie A pekan ke-35.
Bermain di Stadio Giovanni Zini, tuan rumah sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya harus menelan kekalahan pahit di menit-menit akhir pertandingan.
Kemenangan 2-1 Lazio bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Cremonese yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, Lazio terus menjaga asa untuk merangsek naik di papan klasemen.
Cremonese Sempat Menggigit di Babak Pertama
Cremonese tampil berani sejak awal pertandingan meski berada dalam tekanan besar.
Kepercayaan diri mereka terbayar pada menit ke-28 saat Federico Bonazzoli sukses memanfaatkan peluang dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut lahir dari kelengahan lini belakang Lazio, yang gagal mengantisipasi pergerakan cepat di area kotak penalti.
Keunggulan ini membuat Cremonese bermain lebih disiplin hingga turun minum.
Perubahan Taktik Lazio Jadi Titik Balik
Memasuki babak kedua, pelatih Maurizio Sarri melakukan perubahan penting dengan memasukkan Tijjani Noslin.
Keputusan ini terbukti menjadi titik balik permainan Lazio.
Pada menit ke-53, Noslin langsung memberi dampak dengan assist matang yang diselesaikan Gustav Isaksen menjadi gol penyeimbang.
Momentum pun berbalik, dengan Lazio mulai mendominasi jalannya laga.
Gol Injury Time Hancurkan Harapan Tuan Rumah
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, drama terjadi di masa injury time.
Tijjani Noslin kembali menjadi aktor utama dengan mencetak gol kemenangan pada menit 90+2.
Memanfaatkan kerja sama apik dengan Boulaye Dia, Noslin melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Emil Audero.
Skor 2-1 untuk Lazio pun bertahan hingga peluit akhir.
Dampak Besar di Klasemen Serie A
Kekalahan ini membuat posisi Cremonese semakin terjepit di papan bawah.
Mereka kini berada di peringkat ke-18 dengan 28 poin, tertinggal empat angka dari zona aman.
Tren buruk tanpa kemenangan dalam lima laga terakhir semakin memperbesar ancaman degradasi.
Di sisi lain, Lazio berhasil naik ke posisi ke-8 dengan 51 poin.
Tambahan tiga angka ini menjaga peluang mereka untuk mendekati zona kompetisi Eropa, meski masih tertinggal cukup jauh.
Tren Berlawanan Jelang Akhir Musim
Cremonese kini berada dalam tekanan besar dan harus segera menemukan solusi jika ingin bertahan di Serie A.
Sisa pertandingan akan menjadi penentu nasib mereka.
Sebaliknya, Lazio sedang dalam tren positif.
Selain tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir liga, mereka juga telah memastikan tempat di final Coppa Italia—memberikan dorongan moral besar untuk menutup musim dengan hasil maksimal. (psn/net)
Editor : Petrus