AS Roma menghancurkan Fiorentina 4-0 di Olimpico dan terus menekan Juventus dalam perebutan empat besar Serie A. Simak hasil, jalannya laga, dan dampaknya di klasemen.
AS Roma pesta gol dan mengirim pesan serius dalam perburuan tiket Liga Champions usai menghancurkan Fiorentina 4-0 di Stadio Olimpico, Selasa (5/5/2026) dini hari.
Kemenangan telak ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga sinyal kuat bahwa Giallorossi siap mengguncang posisi empat besar di sisa musim Serie A.
Dominasi sejak menit awal hingga akhir laga menunjukkan kedalaman skuad dan kematangan permainan Roma.
Di saat rival seperti Juventus dan AC Milan terpeleset, Roma justru tampil konsisten—membuka peluang besar untuk finis di zona elite Eropa.
Dominasi Total Roma di Olimpico
AS Roma tampil agresif sejak awal dan langsung menekan lini belakang ACF Fiorentina.
Gol pembuka cepat dari Gianluca Mancini di menit ke-13 menjadi fondasi kemenangan besar.
Tak butuh waktu lama, Roma menggandakan keunggulan lewat aksi Wesley sebelum Mario Hermoso menambah gol ketiga jelang turun minum.
Babak pertama berakhir dengan skor 3-0 yang mencerminkan dominasi penuh tuan rumah.
Efektivitas Serangan dan Peran Pemain Kunci
Performa Donyell Malen patut mendapat sorotan meski tak mencetak gol.
Ia menjadi motor serangan dan berulang kali merepotkan pertahanan lawan, termasuk dua peluang yang membentur mistar.
Sementara itu, Niccolo Pisilli tampil impresif dengan kontribusi assist dan gol penutup di babak kedua.
Kolaborasi lini tengah dan sayap membuat Roma tampil sangat cair dan efektif.
Kedalaman Skuad Jadi Pembeda
Meski tanpa beberapa pemain utama, Roma tetap solid.
Keputusan pelatih Gian Piero Gasperini memainkan Manu Kone sejak awal terbukti tepat.
Rotasi dan fleksibilitas taktik membuat Roma tetap tajam dan seimbang di semua lini.
Ini menjadi keunggulan penting dalam fase krusial akhir musim.
Dampak ke Klasemen: Tekanan untuk Juventus
Kemenangan ini membawa Roma ke peringkat kelima dengan 64 poin, hanya terpaut satu angka dari Juventus di posisi keempat.
Dengan tiga laga tersisa, tekanan kini sepenuhnya berada di kubu Juventus.
Roma memiliki momentum dan tren positif yang bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan tiket Liga Champions.
Fiorentina Terpukul, Tapi Masih Aman
Bagi Fiorentina, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya mencatat tujuh laga tanpa kekalahan.
Tim asuhan Paolo Vanoli kini tertahan di peringkat ke-16.
Meski demikian, mereka masih memiliki jarak sembilan poin dari zona degradasi, sehingga peluang bertahan di Serie A tetap terbuka lebar.
Rekor Kandang yang Menggila
Stadio Olimpico kembali menjadi benteng kokoh. Roma kini mencatat 11 laga kandang tanpa kekalahan—sebuah statistik yang memperkuat status mereka sebagai salah satu tim paling berbahaya di kandang sendiri. (psn/net)
Editor : Petrus