Unai Emery sukses mencetak sejarah dengan menyamai rekor Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti sebagai pelatih tersukses di kompetisi Eropa. Pangeran William menangis haru saat menyaksikan Aston Villa juara Liga Europa musim 2025/2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0.
Aston Villa akhirnya menuntaskan penantian panjang selama 44 tahun untuk kembali mengangkat trofi Eropa.
Dalam final Liga Europa yang berlangsung di Besiktas Park, Istanbul, Kamis (21/5) dini hari WIB, The Villans tampil perkasa dengan menghancurkan Freiburg 3-0 dan menorehkan salah satu malam terbesar dalam sejarah klub.
Momen emosional langsung terasa begitu peluit akhir dibunyikan.
Salah satu pendukung paling terkenal Aston Villa, Pangeran William, terlihat meneteskan air mata haru di tribun stadion.
Kesuksesan tim kesayangannya mengakhiri puasa gelar Eropa selama lebih dari empat dekade menjadi momen yang sulit dilupakan bagi keluarga besar Villa.
Air mata bahagia Pangeran William pecah saat Aston Villa menjuarai Liga Europa usai membantai Freiburg 3-0 di Istanbul.
Unai Emery juga mencatat sejarah dengan menyamai rekor Mourinho dan Ancelotti.
Air Mata Pangeran William di Istanbul
Kemenangan Aston Villa bukan hanya berarti bagi para pemain dan suporter biasa, tetapi juga bagi Pangeran William yang sejak lama dikenal sebagai fans setia klub asal Birmingham tersebut.
Pria berusia 43 tahun itu hadir langsung di Besiktas Park untuk mendukung perjuangan John McGinn dan rekan-rekannya.
Begitu pertandingan usai, William tampak emosional dan tak mampu menahan air matanya.
Kedekatan Pangeran William dengan Aston Villa memang bukan rahasia.
Ia beberapa kali terlihat hadir di Villa Park maupun laga tandang penting demi memberikan dukungan langsung kepada klub idolanya.
Melalui akun X pribadinya, William juga ikut merayakan keberhasilan tersebut.
“Malam yang luar biasa!! Selamat kepada semua pemain, tim, staf, dan semua orang yang terhubung dengan klub. 44 tahun sejak terakhir kali merasakan trofi Eropa!”
Aston Villa Tampil Superior di Final
Dalam laga final, Aston Villa langsung menunjukkan mental juara sejak menit awal pertandingan.
Tim asuhan Unai Emery tampil agresif dan mampu mendominasi Freiburg sepanjang laga.
Gol pembuka lahir lewat aksi indah Youri Tielemans yang melepaskan tendangan voli spektakuler di babak pertama.
Keunggulan Villa kemudian diperbesar melalui penyelesaian tenang Emiliano Buendía menjelang turun minum.
Pada awal babak kedua, Morgan Rogers memastikan kemenangan Aston Villa lewat sontekan jarak dekat yang mengubah skor menjadi 3-0.
Freiburg kesulitan keluar dari tekanan dan gagal menemukan cara untuk membendung permainan disiplin Aston Villa hingga pertandingan berakhir.
Emery Samai Rekor Mourinho dan Ancelotti
Kesuksesan ini semakin menegaskan status Unai Emery sebagai salah satu pelatih terbaik di kompetisi Eropa.
Gelar Liga Europa 2026 menjadi trofi Eropa kelima sepanjang karier kepelatihannya.
Catatan tersebut membuat Emery sejajar dengan nama-nama besar seperti José Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Trapattoni dalam daftar pelatih dengan kemenangan terbanyak di final kompetisi mayor Eropa.
Sebelum membawa Aston Villa juara, Emery lebih dulu meraih sukses bersama Sevilla FC dan Villarreal CF.
Emery mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Liga Europa karena kompetisi tersebut berkali-kali menghadirkan momen spesial dalam kariernya.
“Saya selalu memiliki rasa spesial terhadap kompetisi Eropa, terutama Liga Europa. Kami bermain dengan mentalitas yang kuat sejak awal,” ujar Emery.
John McGinn: Emery Ubah Mentalitas Villa
Kapten Aston Villa, John McGinn, menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari perubahan besar yang dibawa Emery sejak datang pada 2022.
Menurut McGinn, sang pelatih berhasil menanamkan mental juara kepada seluruh pemain sehingga Aston Villa kini mampu bersaing di level tertinggi Eropa.
“Dengan pelatih seperti dia, kami merasa semuanya mungkin terjadi.
Saat skor menjadi 3-0 dan laga hampir selesai, rasanya luar biasa menyadari kami adalah juara Eropa,” kata McGinn.
Aston Villa Siap Tantang Elite Liga Champions
Gelar Liga Europa menjadi simbol kebangkitan Aston Villa dalam beberapa musim terakhir.
Klub yang sempat kesulitan bersaing di Premier League kini berubah menjadi salah satu kekuatan baru di Eropa.
Musim depan, Aston Villa akan tampil di Liga Champions dengan status juara Liga Europa.
Ekspektasi terhadap The Villans pun meningkat drastis.
Dengan skuad yang semakin matang dan tangan dingin Emery di pinggir lapangan, Aston Villa kini percaya diri menghadapi tantangan baru melawan klub-klub elite Eropa. (psn/net)
Editor : Petrus