Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hasil Final Liga Champions: PSG Back-to-Back Champions! Arsenal Menangis di Babak Adu Penalti

Petrus • Minggu, 31 Mei 2026 | 10:08 WIB
Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mengunci titel kampiun Liga Champions 2025/2026 usai secara dramatis menaklukkan wakil Inggris Arsenal dalam laga final di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. (Sumber: Petr Josek/The Associated Press)
Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mengunci titel kampiun Liga Champions 2025/2026 usai secara dramatis menaklukkan wakil Inggris Arsenal dalam laga final di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. (Sumber: Petr Josek/The Associated Press)

PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2025/2026 usai menundukkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti. Duel final di Puskas Arena berlangsung sengit selama 120 menit sebelum Les Parisiens memastikan trofi kedua beruntun.

 

PARIS Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan status mereka sebagai kekuatan baru sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions 2025/2026.

Dalam final yang berlangsung dramatis di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam, PSG mengalahkan Arsenal dengan skor 4-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Kemenangan ini menjadi gelar Liga Champions kedua secara beruntun bagi tim asuhan Luis Enrique.

Sementara itu, Arsenal harus kembali menunda impian mereka meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

 

Arsenal Bikin Kejutan Lewat Gol Cepat Havertz

Laga baru berjalan enam menit ketika Arsenal sukses membuka keunggulan.

Tekanan tinggi yang diterapkan pasukan Mikel Arteta membuat lini belakang PSG melakukan kesalahan.

Bola sapuan Marquinhos yang mengenai Leandro Trossard jatuh ke jalur Kai Havertz.

Penyerang asal Jerman itu langsung memanfaatkan peluang dengan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Matvey Safonov.

Gol cepat tersebut membuat Arsenal tampil semakin percaya diri.

Mereka mampu meredam dominasi penguasaan bola PSG dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat.

 

PSG Mendominasi, Namun Sulit Menembus Pertahanan Arsenal

Tertinggal satu gol membuat PSG meningkatkan intensitas serangan.

Fabian Ruiz, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue bergantian mencoba membongkar pertahanan Arsenal.

Meski menguasai jalannya pertandingan, Les Parisiens kesulitan menciptakan peluang bersih.

Organisasi pertahanan Arsenal yang dikomandoi William Saliba dan Gabriel Magalhaes tampil disiplin sepanjang babak pertama.

Arsenal bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-26 melalui Havertz.

Namun, Safonov menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.

Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal tetap bertahan.

 

Penalti Dembele Hidupkan Harapan Juara Bertahan

PSG akhirnya menemukan jalan kembali ke pertandingan pada babak kedua.

Momen krusial terjadi pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.

Setelah melakukan peninjauan VAR, wasit Daniel Siebert tetap menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna tiga menit kemudian.

Tendangan penyerang timnas Prancis itu sukses mengecoh David Raya dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan.

PSG tampil semakin agresif dan beberapa kali mengancam melalui Kvaratskhelia, Vitinha, hingga Bradley Barcola.

Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tidak berubah hingga waktu normal berakhir.

 

Extra Time Sarat Ketegangan dan Kontroversi

Babak tambahan waktu berlangsung dalam tensi tinggi.

PSG tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Arsenal memilih bermain lebih hati-hati sambil menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Kontroversi sempat muncul pada menit ke-102 saat Noni Madueke terjatuh dalam duel dengan Willian Pacho di area penalti.

Arsenal mengajukan protes keras, tetapi wasit bergeming dan tidak memberikan penalti.

Peluang terbaik PSG hadir pada menit ke-107 ketika Desire Doue menerima sundulan Bradley Barcola di depan gawang.

Namun, David Raya tampil gemilang dengan keluar cepat untuk menggagalkan peluang emas tersebut.

Menjelang akhir extra time, Arsenal nyaris mencetak gol kemenangan.

Jurrien Timber dan Viktor Gyokeres mendapatkan peluang beruntun pada menit ke-119 dan 120, tetapi pertahanan PSG berhasil bertahan.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga 120 menit, memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

 

PSG Lebih Tenang di Adu Penalti

Dalam babak adu penalti, kedua tim sempat saling berbalas gol.

Namun, tekanan besar akhirnya menghampiri Arsenal ketika Gabriel gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

PSG yang tampil lebih tenang berhasil memaksimalkan kesempatan mereka dan mengunci kemenangan 4-3.

Keberhasilan ini memastikan PSG kembali mengangkat trofi Liga Champions dan mempertahankan status mereka sebagai raja Eropa.

Sebaliknya, Arsenal harus puas mengakhiri perjalanan impresif mereka sebagai runner-up meski sempat unggul sejak awal pertandingan.

 

Statistik Final PSG vs Arsenal

Dominasi statistik menunjukkan superioritas PSG sepanjang pertandingan.

Namun, ketangguhan pertahanan Arsenal membuat final berlangsung ketat hingga akhirnya harus ditentukan lewat drama adu penalti. (psn/net)

Editor : Petrus
#back to back #hasil final liga champions #psg #arsenal #adu penalti