PARIS Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di pentas Eropa.
Les Parisiens sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena membuat PSG masuk dalam kelompok elite Piala Super Eropa.
Mereka menjadi klub ketiga sepanjang sejarah yang mampu menjuarai ajang tersebut dalam dua musim berturut-turut, mengikuti jejak AC Milan dan Real Madrid.
PSG Tampil Agresif Sejak Awal
PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Peluang pertama mereka datang melalui Desire Doue pada menit ke-20.
Namun, tembakan pemain muda tersebut masih mampu diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Tekanan PSG akhirnya membuahkan hasil beberapa menit kemudian.
Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan setelah menerima umpan dari Doue.
Pemain asal Georgia itu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Bizot.
Aston Villa Bangkit Lewat Wonderkid
Tertinggal satu gol, Aston Villa berusaha meningkatkan intensitas permainan.
Brian Madjo hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui sundulan dari jarak dekat, tetapi bola masih melebar.
Madjo akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor menjelang turun minum.
Pada menit ke-45, pemain berusia 17 tahun tersebut menyambar umpan silang John McGinn dengan sontekan first time.
Gol itu tidak hanya mengubah skor menjadi 1-1, tetapi juga menciptakan sejarah.
Madjo tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Doue Jadi Penentu Kemenangan PSG
Memasuki babak kedua, Aston Villa sempat tampil lebih berbahaya.
McGinn bahkan hampir membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya masih bisa ditepis Matvey Safonov.
PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61.
Doue berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan peluang di depan gawang.
Sempat dianulir karena offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR.
Villa Gagal Kejar Ketertinggalan
Aston Villa tidak menyerah dan terus menekan pertahanan PSG pada sisa pertandingan.
Sementara itu, PSG memilih bermain lebih bertahan sembari mengandalkan kecepatan dalam serangan balik.
Namun, berbagai upaya Villa tidak menghasilkan gol tambahan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, PSG tetap unggul 2-1 dan berhak membawa pulang trofi Piala Super Eropa.
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan buruk Unai Emery di Piala Super Eropa.
Pelatih Aston Villa tersebut kini selalu mengalami kekalahan dalam empat penampilannya di ajang tersebut.
Ikuti Jejak AC Milan dan Real Madrid
PSG kini bergabung dengan AC Milan dan Real Madrid sebagai tiga klub yang mampu mempertahankan Piala Super Eropa.
AC Milan menjadi klub pertama yang melakukannya pada 1989 dan 1990.
Rossoneri mengalahkan Barcelona dengan agregat 2-1 pada 1989, kemudian menundukkan Sampdoria dengan agregat 3-1 setahun berselang.
Real Madrid menyusul pada 2016 dan 2017.
Los Blancos menang 3-2 atas Sevilla melalui perpanjangan waktu pada 2016, sebelum mengalahkan Manchester United 2-1 pada edisi berikutnya.
Kini giliran PSG mencatatkan sejarah. Setelah menaklukkan Tottenham melalui adu penalti pada 2025, Les Parisiens kembali mengangkat trofi pada 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Aston Villa.
Dengan demikian, PSG bukan hanya berhasil mempertahankan mahkota Eropa, tetapi juga menempatkan nama mereka dalam sejarah sebagai klub ketiga yang mampu menjuarai Piala Super Eropa secara back-to-back. (*)
Editor : Petrus