PARIS Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di Eropa setelah sukses menjuarai Piala Super Eropa 2026.
Les Parisiens mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Luis Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu kini menyamai pencapaian dua nama besar dalam sejarah sepak bola Eropa, Alex Ferguson dan Giovanni Trapattoni, setelah mengoleksi enam trofi bergengsi di kompetisi Eropa sepanjang kariernya.
Enrique Masuk Jajaran Pelatih Elite Eropa
Menurut catatan MisterChip, enam trofi Eropa membuat Enrique menjadi salah satu pelatih tersukses di kompetisi antarklub Eropa.
Dua trofi diraihnya saat menangani Barcelona, sedangkan empat lainnya dipersembahkan untuk PSG.
Bersama Barcelona, Enrique sukses meraih Liga Champions dan Piala Super Eropa pada 2015.
Ia kemudian melanjutkan kejayaannya di PSG dengan mempersembahkan dua gelar Liga Champions dan dua Piala Super Eropa secara beruntun pada 2025 dan 2026.
Catatan tersebut sekaligus membuat Enrique melewati pencapaian Zinedine Zidane yang mengoleksi enam trofi kompetisi Eropa ketika menangani Real Madrid.
Masih Bisa Kejar Guardiola dan Ancelotti
Pencapaian Enrique belum berhenti di angka enam.
Dengan karier yang masih berjalan, ia berpeluang mengejar dua pelatih yang berada di atasnya dalam daftar tersebut.
Pep Guardiola saat ini tercatat telah mengoleksi tujuh gelar kompetisi Eropa.
Sementara itu, Carlo Ancelotti berada di posisi teratas dengan torehan 10 trofi.
Jika mampu mempertahankan performa PSG dan kembali meraih gelar Eropa, Enrique berpotensi memangkas jarak dengan Guardiola sekaligus mendekati rekor Ancelotti.
PSG Tampil Efektif, Villa Beri Perlawanan
PSG membuka pertandingan dengan permainan agresif.
Peluang pertama hadir melalui Desire Doue pada menit ke-20, tetapi tembakannya masih mampu diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Keunggulan PSG akhirnya tercipta beberapa menit kemudian.
Kvaratskhelia menerima umpan dari Doue sebelum melakukan aksi individu dan melepaskan tembakan keras yang membawa PSG unggul 1-0.
Villa tidak menyerah. Brian Madjo sempat mengancam melalui sundulan pada menit ke-28.
Upayanya masih melebar, tetapi Madjo akhirnya benar-benar mencatatkan nama di papan skor menjelang turun minum.
Menerima umpan silang John McGinn, Madjo mencetak gol melalui sontekan first time pada menit ke-45.
Pemain berusia 17 tahun itu sekaligus menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Gol Doue Pastikan PSG Juara
Pertandingan semakin sengit pada babak kedua.
McGinn hampir membawa Aston Villa berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya berhasil ditepis Matvey Safonov.
PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61. Doue mencetak gol yang sempat dianulir karena offside.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan VAR, gol tersebut dinyatakan sah dan PSG kembali unggul 2-1.
Villa terus meningkatkan tekanan pada sisa pertandingan.
PSG lebih banyak bertahan sambil mengandalkan serangan balik. Namun, hingga pertandingan berakhir, skor 2-1 tetap bertahan.
Enrique Puji Mentalitas Pemain
Usai pertandingan, Enrique memuji mentalitas skuadnya yang tetap menunjukkan komitmen meski menghadapi situasi sulit.
Ia menilai seluruh pemain memiliki tekad yang sama untuk memberikan hasil maksimal setiap kali mengenakan seragam PSG.
Enrique juga menyoroti pentingnya kontribusi pemain pengganti.
Menurutnya, untuk memenangkan trofi besar, seluruh anggota skuad harus siap memberikan peran, bukan hanya pemain yang tampil sejak menit pertama.
Gelar ini membuat PSG mengikuti jejak AC Milan dan Real Madrid yang sebelumnya juga pernah menjuarai Piala Super Eropa secara beruntun.
Sebaliknya, kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Unai Emery yang kini selalu gagal meraih kemenangan dalam empat penampilan di ajang tersebut. (*)
Sumber: cnnindonesia.com
Editor : Petrus