Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bonek Wajib Tahu! Ini Alasan Persebaya Merekrut Eduardo Perez Jadi Pelatih meski Rekam Jejaknya Buruk

Agus Pramono • Kamis, 31 Juli 2025 | 11:28 WIB

Pelatih Persebaya, Eduardo Perez berpose dengan dua asistennya untuk Super League musim ini. (Istimewa)
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez berpose dengan dua asistennya untuk Super League musim ini. (Istimewa)
Persebaya Surabaya mengambil langkah besar dengan mengganti pelatih kepala dari Paul Munster ke Eduardo Perez. Hal ini tentu cukup mengejutkan karena pencapaian Munster musim lalu cukup baik, yaitu membawa Green Force finish di peringkat empat, setelah pada musim sebelumnya hanya berada di posisi 12.

 

Namun, ternyata ada beberapa alasan lain mengapa pihak manajemen melakukan pergantian pelatih. Meski musim lalu cukup baik, namun Munster dianggap kurang menjadikan Persebaya lebih konsisten setelah mengalami banyak kekalahan di awal putaran kedua.

 

"Musim lalu adalah sebuah pelajaran bagi Persebaya. Kita mengawali kompetisi dengan baik, meraih 10 kemenangan, sempat memimpin klasemen. Tetapi kita ada masalah konsistensi pada putaran kedua. Pelajarannya adalah untuk meraih juara, Persebaya harus lebih konsisten," ujar Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi seperti dikutip dari akun YouTube Bola Bung Binder.

 

Perburuan pelatih baru ternyata sudah dilakukan beberapa pekan sebelum Liga 1 usai. Dan setelah melalui berbagai timbangan, akhirnya mengerucut pada nama Eduardo Perez.

 

"Berdasarkan evaluasi musim lalu, secara hasil kita cukup bagus, yaitu dari peringkat 12 di musim sebelumnya, lalu posisi empat pada musim lalu. Tetapi permainannya membosankan.

 

Akhirnya setelah diskusi panjang di dalam manajemen, kita cenderung ingin Persebaya bermain indah sekaligus meraih hasil yang bagus. Lalu melalui berbagai pertimbangan, akhirnya mengerucut pada nama Eduardo Perez," terangnya.

 

Saat sudah mengerucut pada coach Edu, Candra bahkan terbang ke wilayah Amerika untuk menemui langsung Eduardo Perez untuk mendiskusikan bagaimana kondisi Persebaya. 

 

"Kita juga sudah berdiskusi dengan coach Edu bahkan sebelum musim lalu berakhir. Jadi kondisi tim Persebaya seperti ini, target kita musim depan, lalu ada sejumlah pemain yang telah dikontrak secara multiyears, dan coach Edu menyanggupi sehingga akhirnya kita pilih dia," imbuhnya.

 

Upaya yang dilakukan Candra tersebut tentu merupakan langkah strategis agar lebih yakin bahwa merekrut coach Edu merupakan langkah yang cukup tepat, mengingat track record pelatih Spanyol di Indonesia seringkali kurang memuaskan.

 

Begitu juga dengan Persebaya yang pernah menggunakan pelatih asal Negeri Matador sebelumnya yaitu Josep Gombau, dimana ia juga gagal total saat menangani Green Force dan hanya bertahan beberapa pekan saja.

 

Ia juga tidak menutup mata bahwa Persebaya musim lalu minim mencetak gol dibandingkan tiga tim di peringkat satu sampai tiga, namun hal itu sebenarnya bukan prioritas utama, karena yang penting adalah orientasi pada hasil kemenangan.

 

"Manajemen memang tidak menutup mata bahwa musim lalu produktivitas gol Persebaya cukup rendah, tetapi bagi kami, yang penting adalah hasil (yang penting menang)," imbuhnya.

 

Maka dari itu, manajemen tidak menyalahkan jika jumlah gol penyerang subur Flavio Silva tidak sebanyak saat di Persik musim sebelumnya. Jika di Persik, ia bisa mencetak 23 gol semusim, namun saat bermain untuk Green Force, ia hanya mencetak sembilan gol.

 

"Meski begitu, kami tetap mengevaluasi, sehingga saat Flavio hengkang, Persebaya merekrut Perovic yang secara statistik musim lalu cukup produktif. Kami minta dukungan dari Bonek agar musim 2025/2026 Persebaya lebih produktif," ujarnya lagi.

 

Selain membenahi sektor depan, Green Force juga memperkuat barisan belakang. Setelah ditinggal Slavko Damjanovic, manajemen pun mencari pengganti yang sepadan dengan pemain asal Serbia itu.

 

"Ketika Slavko Damjanovic memilih hengkang, ya kita tidak bisa mencegahnya. Sehingga kita harus cari pengganti yang sepadan, dan alhamdulillah kita berhasil datangkan Risto Mitrevski yang merupakan salah satu bek asing berkualitas di Liga Indonesia," ungkapnya.

 

Candra juga menegaskan pihak manajemen mencari pemain asing yang benar-benar berkualitas karena dengan jumlah mereka yang cukup banyak di dalam tim untuk menyesuaikan dengan regulasi, maka para pemain asing ini pasti menjadi tulang punggung klub.

 

Pertimbangan kualitas juga dilakukan oleh peraih dua gelar juara Liga Indonesia ini saat merekrut Risto, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic karena kualitas yang mereka miliki diharapkan lebih konsisten jika bermain bersama dua kompatriot lainnya sesama wilayah Balkan, yaitu Dejan Tumbas dan Dime Dimov.

 

"Alhamdulillah Persebaya menjadi salah satu tim di Super League yang didominasi oleh pemain asing asal Balkan, sehingga kita berharap mereka bisa lebih mudah dalam membentuk chemistry dalam permainan tim," tegasnya lagi. (jpc)

Photo
Photo
Editor : Agus Pramono
#persebaya surabaya #Gaya Main Persebaya #Liga 1 2025/2026 #bonek #Pelatih baru Persebaya #flavio silva #eduardo perez #bursa transfer liga 1 #Pemain Asing Balkan #paul munster #Transfer Liga 1 #Mihailo Perovic