PSIM Yogyakarta membuat keputusan mengejutkan jelang bergulirnya Super League 2025/2026. Kursi kapten Laskar Mataram kini resmi berganti dari Rendra Teddy ke Reva Adi Utama.
Penunjukan Reva Adi sebagai kapten baru diumumkan hanya beberapa hari jelang laga pembuka musim kontra Persebaya Surabaya.
Keputusan ini langsung memantik reaksi dari para suporter, mengingat Reva punya rekam jejak panjang bersama Green Force.
Reva bukan nama sembarangan di kancah sepak bola nasional. Bek kelahiran 1 September 1996 itu pernah menjabat kapten Persebaya Surabaya saat memasuki musim keduanya bersama klub asal Kota Pahlawan tersebut.
Kini, mantan kapten Persebaya Surabaya itu bakal memimpin pasukan PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pengalamannya di berbagai klub besar jadi modal utama bagi pelatih Jean-Paul van Gastel menunjuknya sebagai pemimpin baru di lapangan.
Van Gastel tentu tak asal pilih dalam menentukan sosok kapten tim. Selain pengalaman, kemampuan Reva dalam membaca permainan dan mengomando rekan-rekannya di lapangan jadi nilai tambah yang tak terbantahkan.
Sebelumnya, ban kapten PSIM dipegang oleh Rendra Teddy, pemain asal Sidoarjo yang tampil konsisten musim lalu.
Teddy menjadi pemimpin sejak pertandingan pertama melawan Adhyaksa FC di babak reguler hingga babak playoff.
Musim lalu, Teddy dipercaya menjadi kapten dalam 12 laga reguler dan 5 pertandingan playoff. Meski kini tak lagi menjabat kapten, ia menegaskan tidak kecewa dan tetap siap memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
"Musim ini saya bukan kapten lagi. Kaptennya sekarang Reva Adi," kata Rendra Teddy dikutip dari I.League, Kamis (7/8/2025).
Menurut Teddy, keputusan ini murni dari pelatih dan ia sangat menghormatinya. Baginya, peran di tim bukan soal jabatan, tapi bagaimana bisa membantu tim mencapai target.
"Saya tidak kecewa karena ini keputusan pelatih. Yang penting sekarang saya tetap fokus bantu tim sebaik mungkin, apa pun peran saya," ujar pemain yang sempat membela Deltras FC ini.
Teddy sendiri didatangkan PSIM dari Arema FC dengan status pinjaman. Ia menarik perhatian setelah tampil cemerlang bersama Putra Delta Sidoarjo di awal kariernya.
Secara usia, Teddy memang sedikit lebih tua dari Reva, tapi hanya terpaut tiga bulan. Namun dari sisi pengalaman, Reva punya jam terbang lebih tinggi di level kompetisi elite.
Reva pernah memperkuat PSM Makassar, PS Barito Putera, Persebaya Surabaya, hingga Madura United. Ia juga sempat dua kali membela Persebaya Surabaya dalam dua periode berbeda.
Pada periode pertama, Reva bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 4 Maret 2021 dari Barito Putera. Ia bertahan hingga 30 April 2022 sebelum menyeberang ke Madura United.
Lalu pada periode kedua, ia kembali ke Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2023 dan bertahan hingga 1 Juli 2024. Setelah itu, ia pindah ke Dewa United sebelum akhirnya berlabuh di PSIM.
Selama berseragam Persebaya Surabaya, Reva mencatatkan 54 penampilan resmi. Ia menyumbang dua assist dan mencatat total 4.322 menit bermain.
Secara disiplin, Reva juga bukan pemain tanpa cela. Ia mengoleksi 12 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 1 kartu merah langsung selama memperkuat Green Force.
Kini, Reva akan menjalani tantangan baru sebagai pemimpin PSIM di panggung Super League. Beban berat sudah menanti sejak laga pembuka musim.
PSIM akan langsung melakoni big match kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pertandingan dijadwalkan berlangsung Jumat, 8 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB.
Menariknya, laga itu bakal jadi reuni emosional bagi Reva Adi. Ia akan memimpin rekan-rekannya menghadapi mantan klub yang pernah ia kapteni di masa lalu.
PSIM sendiri dijadwalkan berangkat ke Surabaya pada Kamis, 7 Agustus 2025. Persiapan intens dilakukan demi mencuri poin di kandang lawan yang bertabur bintang.
Pelatih Van Gastel tampaknya ingin memberikan nuansa baru dalam ruang ganti PSIM. Sosok Reva dipercaya mampu menjaga semangat dan kedisiplinan dalam skuad Laskar Mataram.
Dengan pengalaman dan mentalitasnya, Reva diharapkan jadi motor utama PSIM menghadapi kerasnya kompetisi kasta tertinggi. Peran barunya sebagai kapten tentu akan jadi sorotan sepanjang musim ini.
Pertanyaannya sekarang, mampukah Reva membuktikan kualitas kepemimpinannya seperti saat di Persebaya Surabaya? Ataukah tekanan sebagai kapten PSIM justru jadi bumerang?
Yang pasti, laga kontra Persebaya Surabaya akan jadi pembuktian pertama bagi Reva dalam balutan ban kapten PSIM. Eduardo Perez dan tim Green Force patut waspada, karena remontada bisa datang dari sang mantan. (jpc)
Editor : Agus Pramono