BRUNO Paraiba menjadi salah satu pemain asing anyar yang akan bergabung dengan Persebaya Surabaya.Beberapa akun transfer sudah memastikan bahwa Bruno Paraiba hanya menunggu waktu diresmikan sebagai pemain baru Persebaya.
"Dua pemain asing asal Brasil Jefferson Silva (LB/29) dan Bruno Paraiba (CMF/31), akan berseragam Persebaya Surabaya pada paruh musim BRI Super League," tulis akun @transfernews_ft.
Sebelum ke Persebaya, Bruno Paraiba cukup lama berkarir di sepak bola Korea Selatan, khususnya dj K-League 2 yang merupakan divisi dua Liga Korea. Ada tiga klub yang pernah dibelanya, dan berikut rekam jejaknya.
Ternyata sepak terjangnya di Liga Korea Selatan tak semuanya bagus. Selama tiga tahun, tiap tahun tak pernah mencetak dua digit gol.
1. FC Anyang
FC Anyang menjadi klub pertama yang dibela Bruno Paraiba pada tahun 2023.
Melansir Transfermarkt, Bruno Paraiba bermain sebanyak 15 pertandingan dan mencetak empat gol serta dua assist sebagai seorang penyerang tengah.
Dari statistik permainannya yang dilansir Sofascore, Bruno mencatatkan angka 2,1 tembakan per pertandingan. Dan tembakan tepat sasarannya hanya mencatatkan angka 0,8.
2. Gimpo FC
Pada 2024, Bruno Paraiba bermain di Gimpo FC. Di tim tersebut, pemain 31 tahun itu bermain sebanyak 44 pertandingan di semua kompetisi hingga 2025.
Dia berhasil mengoleksi lima gol dan empat assist.
Bersama Gimpo FC, Bruno Paraiba mulai ditempatkan untuk bermain di posisi lini tengah. Dari 44 pertandingan, dia bermain sebanyak sembilan kali sebagai gelandang tengah dan lima kali sebagai gelandang bertahan.
3. Cheonan City
Cheonan City menjadi klub terakhir yang dibela Bruno Paraiba. Bergabung sejak Juli 2025, pemain asal Brasil tersebut bermain sebanyak 16 pertandingan dan mengoleksi lima gol dan satu assist sebagai seorang penyerang tengah.
Perolehan angka untuk mencetak gol sangat kecil saat Bruno bermain di Cheonan City. Pemain kelahiran Joao Pessoa tersebut hanya mencatatkan 1,5 tembakan dan 0,5 tendangan tepat sasaran.
Itu tadi rekam jejak Bruno Paraiba saat bermain di tiga klub K-League 2 sebelum diboyong Bernardo Tavares ke Persebaya.
Bernardo Tavares bersikap tegas
Sementara itu, Bernardo Tavares memilih bersikap tegas dan profesional terkait isu transfer pemain dari klub lamanya.
Ia mengungkapkan cukup banyak mantan anak asuhnya yang menghubungi setelah mengetahui dirinya menandatangani kontrak dengan Persebaya Surabaya.
“Pada saat ini, saya tahu, beberapa pemain dari PSM Makassar menghubungi saya dan melihat saya menandatangani (kontrak di Persebaya). Tapi kita harus bersikap rendah hati.”
Kalimat itu menjadi penegasan sikap Bernardo dalam menghadapi situasi sensitif tersebut.
Ia menilai menghormati kontrak pemain merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar dalam dunia sepak bola profesional.
“Dan kita harus menghormati. Mereka memiliki kontrak dengan PSM Makassar. Jadi, kita tidak bisa membuat sesuatu untuk klub lain.”
Bernardo juga menempatkan diri dari sudut pandang klub yang kini ia bela sepenuhnya. “Karena kita juga tidak ingin klub lain membuat sesuatu untuk kita.
Jadi, kita harus menghormati kontraknya. Kita harus menghormati,”tutupnya.(jpc/ram)
Editor : Ayu Oktaviana