KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Persija Jakarta kembali menghadapi situasi yang kurang ideal di tengah persaingan perebutan gelar BRI Super League 2026. Saat kompetisi memasuki fase krusial, Macan Kemayoran justru berpotensi tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk tiga laga kandang ke depan.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tambahan bagi Persija yang tengah berupaya memangkas jarak dari Persib Bandung dan Borneo FC di papan atas klasemen.
Tiga Laga Kandang Terancam Pindah Venue
Laga kandang terdekat Persija adalah menghadapi PSM Makassar pada 20 Februari 2026. Namun, jadwal tersebut berbarengan dengan agenda perawatan dan peningkatan kualitas rumput SUGBK jelang FIFA Series 2026 bersama Timnas Indonesia.
Artinya, Persija harus mencari stadion alternatif agar pertandingan tetap bisa digelar sesuai jadwal.
Tak hanya laga kontra PSM, dua partai kandang berikutnya juga terancam tidak dimainkan di GBK, yakni:
- Persija vs Borneo FC – 3 Maret 2026
- Persija vs Dewa United – 15 Maret 2026
Total ada tiga pertandingan penting yang berpotensi membuat Persija kembali menjadi “tim musafir” di saat kompetisi memasuki momen penentuan.
JIS atau Patriot Jadi Opsi
Panitia pelaksana pertandingan Persija kini membidik dua opsi utama sebagai kandang sementara:
- Jakarta International Stadium (JIS)
- Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi
Kedua stadion tersebut dinilai paling memungkinkan dari sisi jarak, kapasitas, dan kesiapan infrastruktur.
Namun, situasinya tidak sepenuhnya mudah. JIS sebelumnya sempat digunakan Persija ketika SUGBK menjalani perbaikan di awal musim. Akan tetapi, kondisi rumput JIS dikabarkan masih dalam tahap pemulihan setelah digunakan untuk konser musik beberapa waktu lalu.
Jika rumput belum benar-benar siap, maka Stadion Patriot bisa menjadi opsi paling realistis.
Sepanjang musim ini, Persija memang beberapa kali harus berpindah kandang karena benturan agenda non-sepakbola maupun perawatan stadion. Situasi ini jelas berdampak pada stabilitas tim, terutama dari sisi dukungan langsung suporter di Jakarta.
Meski demikian, manajemen klub memastikan akan memilih venue yang representatif dengan mempertimbangkan kenyamanan pemain, keamanan, serta akses bagi suporter.
Posisi Klasemen: Persija Tertahan di Tiga Besar
Di sisi kompetisi, Persija baru saja gagal memangkas jarak dari Persib Bandung setelah kalah 0-2 dari Arema FC pada Minggu (8/2/2026). Dua gol Arema dicetak Gabriel Silva alias Gabi pada menit 82 dan 90+11’.
Kekalahan tersebut membuat Persija tetap di posisi tiga besar dengan koleksi 41 poin.
Sementara itu:
- Persib Bandung memuncaki klasemen dengan 47 poin.
- Borneo FC membuntuti di posisi kedua dengan 46 poin.
- Malut United menempel di bawah Persija dengan 37 poin.
Dengan selisih enam poin dari Persib dan lima poin dari Borneo FC, Persija wajib meraih dua kemenangan beruntun untuk membuka peluang menyamakan posisi sekaligus menjaga asa juara.
Jadwal Persija Februari–Maret 2026
Berikut jadwal penting Persija dalam waktu dekat:
- 15 Februari 2026
Bali United vs Persija Jakarta
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar – 19.00 WIB - 20 Februari 2026
Persija vs PSM Makassar - Maret 2026
Persija vs Malut United
Persija vs Borneo FC
Persija vs Dewa United
Laga tandang melawan Bali United menjadi ujian awal. Saat ini, Bali United berada di peringkat kedelapan dengan 28 poin dan baru saja kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Secara head to head, dalam lima pertemuan terakhir Bali United unggul atas Persija dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Persaingan Sengit di Papan Atas
Persaingan semakin kompleks karena laga Persib vs Borneo FC yang semula dijadwalkan 16 Februari ditunda menjadi 15 Maret 2026. Penundaan terjadi karena Persib harus menjalani babak 16 besar ACL Two melawan Ratchaburi FC dari Thailand pada 11 dan 18 Februari.
Situasi ini membuat Borneo FC relatif lebih diuntungkan karena memiliki waktu istirahat lebih panjang. Sementara itu, Persija harus menjalani partai berat tandang ke Bali sebelum kembali fokus ke laga kandang yang belum pasti venue-nya.
Mantan stoper Persija, Aris Indarto, menilai perjuangan Macan Kemayoran memang berat.
“Dengan selisih poin cukup banyak dari Persib dan Borneo FC, perjuangan Persija cukup berat. Tapi tak ada yang mustahil, jika Persija bekerja keras dan memang ditakdirkan Allah SWT jadi juara musim ini,” ujarnya.
Ujian Mental di Fase Penentuan
Bagi Persija, tantangan musim ini bukan hanya soal taktik dan strategi di lapangan. Kepastian stadion kandang, tekanan persaingan papan atas, hingga jadwal padat menjadi ujian mental yang harus dilewati.
Jika mampu menjaga konsistensi dan mengubah situasi sulit menjadi motivasi, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran tetap berada dalam jalur perburuan gelar hingga akhir musim.
Kini, publik menanti dua hal: keputusan resmi stadion kandang sementara Persija dan respons tim di laga-laga krusial yang akan menentukan nasib mereka di BRI Super League 2026.(ram)
Editor : Agus Pramono