Laga yang dimulai pukul 19.00 Wib ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertarungan momentum, gengsi, dan nostalgia.
Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri tinggi. Green Force tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Raihan 13 poin tersebut mengantarkan mereka bertengger di posisi kelima klasemen dengan 35 poin dari 20 pertandingan.
Kemenangan di kandang akan membuka peluang naik ke posisi empat besar sekaligus menjaga jarak dari para pesaing di papan atas.
Namun pelatih Bernardo Tavares memilih meredam euforia. Ia menilai lawan yang datang bukan tim sembarangan.
“Bhayangkara FC aktif di bursa transfer dan merekrut banyak pemain kunci. Itu membuat mereka jauh lebih kuat,” ujarnya.
Tavares secara khusus menyoroti kedatangan Moussa Sidibe dan Privat Mbarga yang dinilai bisa menjadi pembeda. Sepertinya, pelatih asal Portugal itu tampak "keder" melihat itu.
Tapi, Persebaya tetaplah Persebaya. GBT akan jadi kuburan bagi Bhayangkara.
Bhayangkara Datang dengan Wajah Baru
Di sisi lain, Bhayangkara FC datang ke Surabaya dengan semangat kebangkitan. Saat ini mereka berada di peringkat ke-10 dengan 26 poin. Tambahan angka di GBT akan sangat berarti untuk mendekat ke papan atas.
Pelatih Paul Munster mengakui laga tandang ini tidak mudah.
“Persebaya adalah tim kuat dengan pemain cepat dan berpengalaman. Atmosfer GBT juga selalu luar biasa,” ujarnya.
Munster menyadari tekanan dari Bonek dan Bonita bisa menjadi faktor pembeda. Namun ia menegaskan timnya sudah menyiapkan strategi untuk mencuri poin.
Adu Taktik: 4-2-3-1 vs 4-3-3
Persebaya diprediksi tetap setia dengan formasi 4-2-3-1. Ernando Ari berdiri di bawah mistar, dengan lini belakang Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Leo Lelis, dan Jefferson Silva.
Di lini tengah, Rachmat Irianto berduet dengan Mihailo Perovic sebagai pengatur tempo.
Gali Freitas, Francisco Rivera, dan Dimas Wicaksono akan menopang lini serang yang kembali bertumpu pada ketajaman Perovic.
Sementara Bhayangkara kemungkinan tampil dengan skema 4-3-3. Aqil Savik dipercaya di bawah mistar. Lini belakang diisi Putu Gede, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, dan Frenky Missa.
Di tengah ada TM Ichsan, Moises Gaucho, dan Sho Yamamoto. Sektor depan dihuni Privat Mbarga, Henri Doumbia, dan Moussa Sidibe yang siap mengandalkan kecepatan dan kreativitas.
Laga Sarat Nostalgia
Pertandingan ini makin emosional karena empat sosok Bhayangkara memiliki ikatan kuat dengan Persebaya.
Paul Munster pernah menukangi Green Force selama lebih dari satu musim. Selain itu, Sho Yamamoto dan Slavko Damjanovic juga pernah berseragam Persebaya.
Sho Yamamoto, winger asal Jepang, menjadi salah satu nama yang paling dinantikan. Eks pemain sayap kiri andalan Persebaya itu kini kembali ke GBT sebagai lawan dengan status pinjaman dari Persis Solo.
Kecepatan dan fleksibilitasnya di lini serang bisa menjadi ancaman serius bagi tuan rumah.
Rekor Pertemuan: Ketat dan Berimbang
Pada pertemuan pertama musim ini, kedua tim bermain imbang 1-1. Dalam beberapa duel sebelumnya, Persebaya sedikit unggul dengan tiga kemenangan tipis.
Statistik ini menunjukkan laga kerap berlangsung ketat dan ditentukan detail kecil.
Di atas kertas, Persebaya lebih diunggulkan berkat tren positif dan dukungan penuh publik GBT.
Namun Bhayangkara datang dengan komposisi baru, motivasi tinggi, dan pelatih yang paham betul karakter tuan rumah.
Pertanyaannya, apakah Green Force mampu menjaga momentum dan menembus empat besar? Atau justru Bhayangkara memberi kejutan lewat tangan para “mantan”?
Yang pasti, atmosfer GBT siap menjadi saksi duel panas penuh gengsi.(ram)
Editor : Agus Pramono