PSIM Yogyakarta menunjukkan mental baja yang luar biasa saat menahan imbang Bali United dengan skor dramatis 3-3 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2/2026) malam WIB, Laskar Mataram bangkit dari ketertinggalan tiga gol untuk menyelamatkan satu poin berharga.
Sempat terlihat tak berdaya setelah tertinggal jauh, PSIM justru tampil penuh determinasi di fase akhir pertandingan.
Dukungan suporter dan keunggulan jumlah pemain menjadi bahan bakar kebangkitan tim asuhan Jean-Paul van Gastel, yang akhirnya memaksa tim tamu pulang dengan kekecewaan meski sempat mendominasi hampir sepanjang laga.
Bali United Menggila, Tiga Gol Bungkam Tuan Rumah
PSIM sebenarnya tampil agresif sejak awal. Beberapa peluang tercipta, termasuk sepakan jarak jauh dan sundulan yang memaksa kiper Mike Hauptmeijer bekerja keras di bawah mistar Bali United.
Namun, efektivitas justru menjadi milik tim tamu. Kebuntuan pecah pada menit ke-35 lewat tendangan keras Thijmen Goppel setelah menerima umpan matang dari Irfan Jaya.
Keunggulan Bali United bertambah menjelang turun minum. Tim Receveur mencetak gol kedua pada menit 45+3, memanfaatkan situasi bola mati.
Bali United semakin menjauh pada menit ke-55 ketika Irfan Jaya mencatatkan namanya di papan skor, membuat PSIM tertinggal 0-3.
Gol Savio Sheva Bangkitkan Harapan
PSIM akhirnya menemukan momentum pada menit ke-65.
Gelandang muda Savio Sheva melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Hauptmeijer. Gol tersebut menjadi titik awal kebangkitan tuan rumah.
Kepercayaan diri PSIM semakin meningkat, sementara Bali United mulai kehilangan kontrol permainan.
Kartu Merah Ferrari Jadi Titik Balik
Petaka bagi Bali United terjadi pada menit ke-72. Bek Joao Ferrari diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.
Keputusan wasit setelah meninjau VAR membuat Bali United harus bermain dengan 10 orang.
Situasi ini dimanfaatkan maksimal oleh PSIM. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan memaksa lini belakang Bali United bekerja ekstra keras.
Dua Gol Akhir yang Mengguncang Stadion
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89. Kapten Bali United, Ricky Fajrin, justru mencetak gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. Bek PSIM, Franco Ramos Mingo, menjadi pahlawan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang dari Nermin Haljeta.
Stadion pun bergemuruh saat skor berubah menjadi 3-3.
Di bawah mistar, kiper muda Cahya Supriadi juga berperan penting dengan beberapa penyelamatan krusial yang menjaga peluang comeback tetap hidup.
Klasemen Tak Berubah, Tapi Mental PSIM Teruji
Meski hanya meraih satu poin, hasil ini terasa seperti kemenangan bagi PSIM. Mereka tetap bertahan di posisi ketujuh klasemen dengan 33 poin.
Sebaliknya, Bali United yang diasuh Johnny Jansen harus puas tertahan di peringkat ke-11 dengan 29 poin.
Lebih dari sekadar hasil, laga ini menunjukkan karakter kuat PSIM. Bangkit dari ketertinggalan tiga gol adalah bukti mentalitas dan daya juang tinggi—modal penting bagi Laskar Mataram untuk menghadapi sisa musim dan menjaga asa bersaing di papan atas. (psn/net)
Editor : Petrus