DUEL sarat gengsi akan tersaji di pekan ke-23 Super League 2025/2026 saat Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT), Rabu (25/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ajang pembuktian bagi kedua tim yang sama-sama sedang terluka usai dua kekalahan beruntun.
Sorotan tajam tertuju kepada Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu akan menghadapi mantan tim yang pernah ia tangani, dalam situasi Persebaya pincang akibat badai cedera dan sanksi.
Di sisi lain, PSM datang dengan kekuatan penuh dan waktu pemulihan lebih ideal. Siapakah yang akan tersenyum di akhir laga nanti?
Tren Negatif yang Harus Dipatahkan
Baik Persebaya maupun PSM kompak menelan dua kekalahan beruntun jelang laga ini.
Bajul Ijo tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC sebelum dipermalukan 1-3 oleh Persijap Jepara.
Hasil tersebut membuat tekanan kepada Tavares semakin besar.
PSM pun tak lebih baik. Juku Eja kalah 0-2 dari Dewa United dan takluk 1-2 di markas Persija Jakarta.
Blunder di lini belakang menjadi momok yang harus segera dibenahi jika tak ingin kembali kehilangan poin.
Momentum kebangkitan menjadi harga mati bagi kedua tim.
Disiplin Jadi Masalah Serius
Persebaya tercatat sebagai salah satu tim dengan kartu merah terbanyak musim ini, yakni tujuh kali. Terbaru, Rachmat Irianto harus mandi lebih cepat saat melawan Persijap.
Situasi ini jelas merugikan karena mengganggu stabilitas permainan.
PSM juga tak sepenuhnya bersih dengan lima kartu merah sepanjang musim. Tingginya tensi pertandingan kerap membuat kedua tim kehilangan kontrol.
Jika tak mampu menjaga emosi, laga di Gelora Bung Tomo berpotensi kembali memanas.
Faktor Recovery dan Perjalanan Melelahkan
Persoalan kebugaran menjadi tantangan tersendiri bagi tuan rumah. Usai laga tandang di Jepara, skuad Persebaya harus menempuh perjalanan darat hingga delapan jam.
Waktu pemulihan yang singkat jelas bukan kondisi ideal, apalagi mereka dikenal dengan permainan intensitas tinggi.
Sebaliknya, PSM memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama. Keunggulan kecil ini bisa menjadi faktor krusial, terutama dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat dan menguras tenaga.
Persebaya Pincang, PSM Datang Full Team
Persebaya dipastikan kehilangan empat pemain: Mihailo Perovic dan Risto Mitrevski karena cedera, Rachmat Irianto akibat kartu merah, serta Toni Firmansyah karena akumulasi kartu kuning.
Absennya pilar lini tengah memaksa Tavares memutar strategi.
Meski demikian, ada kabar baik. Bruno Paraiba dan Malik Risaldi sudah kembali berlatih setelah pulih dari cedera, meski kondisi kebugaran mereka masih terus dipantau.
Berbanding terbalik, PSM datang dengan skuad komplet tanpa pemain cedera.
Kondisi ini memberi keuntungan tersendiri bagi tim tamu dalam menjaga konsistensi permainan.
Misi Pembuktian Bernardo Tavares
Laga ini memiliki nuansa emosional bagi Tavares karena menghadapi mantan timnya sendiri.
Ia dituntut membuktikan kapasitasnya dengan membawa Persebaya bangkit dari tren negatif.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat kelima dengan 35 poin dan masih menjaga asa dalam perburuan gelar.
Sementara PSM tertahan di posisi ke-13 dengan 23 poin dan mulai dibayangi ancaman zona degradasi.
Dengan tekanan suporter Bonek di kandang sendiri, laga ini akan menjadi ujian mental sekaligus taktik bagi kedua tim.
Apakah Persebaya mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan, atau justru PSM yang mencuri momentum di Surabaya? Semua akan terjawab di Gelora Bung Tomo. (psn/net)
Editor : Petrus