PERSEBAYA Surabaya akhirnya mengakhiri tren negatif mereka di ajang Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (25/2/2026) malam, Bajol Ijo menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang sarat tensi dan gengsi.
Gol semata wayang dari Gali Freitas bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan mental tim setelah dua kekalahan beruntun.
Kemenangan ini sekaligus mengembalikan optimisme Bonek yang sempat dibuat gusar oleh inkonsistensi performa tim kesayangan mereka.
Gali Freitas Jadi Pembeda, Persebaya Tampil Agresif
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung tampil menekan. Intensitas tinggi dan pressing ketat membuat PSM Makassar kesulitan mengembangkan permainan.
Gol yang ditunggu publik GBT akhirnya lahir pada menit ke-27. Winger asal Timor Leste, Gali Freitas, memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Reza Arya Pratama. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM mencoba keluar dari tekanan. Namun solidnya lini belakang Persebaya membuat Juku Eja frustrasi.
Bahkan, tuan rumah hampir menggandakan keunggulan lewat peluang emas kapten tim, Bruno Moreira, yang sayangnya masih melambung di atas mistar.
Tiga Poin Krusial, Klasemen Kian Memanas
Tambahan tiga poin membawa Persebaya kini mengoleksi 38 poin dari 23 laga dan kembali ke posisi kelima klasemen sementara Super League 2025/2026.
Mereka sukses menggusur Persita Tangerang dan menjaga jarak dari kejaran tim papan tengah.
Sementara itu, PSM Makassar terpuruk di peringkat ke-13 dengan 23 poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Situasi ini tentu menjadi alarm serius bagi tim asuhan Tomas Trucha dalam upaya menjauh dari zona bawah.
Di papan atas, persaingan tak kalah panas. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 50 poin, unggul head-to-head atas Persija Jakarta yang memiliki poin sama.
Sementara Borneo FC Samarinda menguntit di posisi ketiga dengan 46 poin dan berpeluang memangkas jarak.
Menang, Tapi Finishing Jadi Sorotan
Meski meraih kemenangan, kritik tetap mengalir dari Bonek. Sorotan utama tertuju pada penyelesaian akhir yang dinilai masih belum maksimal, terutama peluang yang terbuang dari Bruno Moreira di babak kedua.
Kolom komentar media sosial resmi klub dipenuhi evaluasi soal “finishing touch” yang dianggap krusial jika Persebaya ingin bersaing di papan atas.
Banyak peluang tercipta, namun efektivitas menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih.
Kemenangan ini memang penting untuk menjaga momentum, tetapi jika ingin menembus empat besar atau bahkan bersaing dalam perebutan gelar, Persebaya harus lebih tajam di depan gawang.
Konsistensi dan ketenangan dalam penyelesaian akhir bisa menjadi pembeda di sisa musim yang semakin ketat.
Susunan Pemain
Persebaya Surabaya (4-3-3):
Ernando Ari (GK); Arief Catur, Jefferson da Silva, Leo Lelis, Risto Mitrevski; Francisco Rivera, Milos Raickovic, Sadida Nugraha; Alfan Suaib, Gali Freitas, Bruno Moreira (C)
Pelatih: Bernardo Tavares
PSM Makassar (4-3-3):
M Reza Arya Pratama (GK); Aloisio Soares, Dusan Lagator, Mufli Hidayat, Yuran Fernandes (C); Ananda Raehan Alief, Gledson Paixao da Silva, Savio Roberto Juliao Figueiredo; Luka Cumic, Rizky Eka Pratama, Sheriddin Boboev
Pelatih: Tomas Trucha
Kemenangan tipis, kritik tajam, dan klasemen yang kian panas—Super League 2025/2026 memasuki fase yang menentukan.
Persebaya sudah kembali ke jalur kemenangan. Pertanyaannya, mampukah Bajol Ijo menjaga konsistensi hingga akhir musim? Menarik untuk terus diikuti ke depannya. (psn/net)
Editor : Petrus